Sinopsis Buku Harian Seorang Istri

Sinopsis Buku Harian Seorang Istri SCTV 


Buku Harian Seorang Istri merupakan sinetron Indonesia yang tayang di stasiun televisi SCTV mulai tanggal 12 Januari 2021 dan kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sinetron, karena menyajikan alur cerita yang begitu menarik untuk dikuti. Tak hanya Ibu-ibu yang notabene penggemar sinetron, kalangan muda-mudi dan Bapak-bapak pun tak kalah antusias menyaksikan.

Kepopuleran sinetron ini tidak lepas dari peran aktor dan aktris muda berbakat yang membintanginya, seperti Zoe Abbas Jackson, Antonio Blanco Junior, Cinta Brian, Hana Saraswati, Mahdy Reza, Callista Arum, Asha Assuncao, dan sederet artis lainnya. Alur ceritanya diramu apik oleh penulis skenario Serena Luna dan disutradarai oleh Maruli Ara. Soundtrack dari sinetron ini yang dinyanyikan oleh penyanyi Agnez Mo yang berjudul Coz I Love You, juga menjadi bagian tak terpisahkan. Mengalun merdu, menyatu dengan jalan cerita.

Berikut adalah sinopsisnya.   

Nana (Zoe Abbas Jackson) terpaksa menikahi seorang lelaki kaya bernama Dewa Buwana (Cinta Brian), pemilik perusahaan Buwana Corp. Pernikahan ini terjadi karena Dewa Buwana menabrak ayah Nana (Umar Lubis).

Sebelum meninggal, ayah Nana ingin melihat putri sulungnya itu menikah agar ada yang menjaganya dengan adiknya, Lula (Callista Arum), setelah tiada. Ibu Farah (Dian Nitami) yang berperan sebagai orangtua tunggal pun setuju. Sebelumnya, Nana pernah menyelamatkan Ibu Farah dari orang jahat. Nana pun dipekerjakan di Butik miliknya. Ibu Farah yang menganggap Nana sebagai orang baik, menyetujui begitu saja sebagai menantu tanpa harus perlu tahu terlebih dahulu latar belakang kehidupan Nana.

            Sementara itu, Dewa yang sudah memiliki tambatan hati lain bernama Aliya (Hana Saraswati) yang bekerja sebagai skretaris pribadinya dengan tegas menolak. Namun, Dewa tak punya pilihan, selain mematuhi perintah sang Ibu. Setelah pernikahan mendadak yang berlangsung di Rumah Sakit itu, ayah Nana pun menghembuskan napas terakhirnya.

Pesta pernikahan digelar setelahnya. Tapi, alangkah terkejutnya Nana juga Lula ketika menemukan seseorang yang pernah menjadi orang yang spesial di masa lalu. Roni (Mahdy Reza) adalah kekasih Nana dahulu. Namun, Roni berkhianat dengan menikahi adik perempuan Dewa Buwana, Livia (Asha Assuncao), ketika Nana masuk penjara selama dua tahun karena bertanggung jawab atas kasus penabrakan seorang perempuan bernama Claudia (Ise Irish) hingga meninggal. Padahal pelaku sesungguhnya penabrakan itu adalah Roni. Tapi menghibahkan semua kesalahan itu pada Nana dengan berdalih akan setia menunggu sampai Nana bebas dan mereka akan menikah. Roni masih mencintai Nana, tetapi terpaksa menikahi Livia karena harta.

            Kehidupan Nana dan sang adik kemudian berjalan di rumah mentereng milik keluarga Buwana. Namun, kehidupan Nana tak berjalan baik. Benar, seluruh anggota keluarga Buwana, Ibu Farah, Livia dan Nek Ratu (Rina Hasyim) menerima kehadiran kakak-beradik itu dengan senang hati. Namun, tidak dengan lelaki yang sudah sah menjadi suaminya itu.

            Pernikahan terpaksa membuat Dewa membenci Nana. Malam pertama pun terlewatkan. Tidak seperti pengantin pada umumnya. Dan pernikahan tak membuat Dewa berhenti mencintai Aliya.

Namun, hubungan Dewa dan Aliya tidak disetujui oleh keluarga Buwana. Mereka beranggapan bahwa Aliya tidak tulus mencintai Dewa. Tapi ada maksud lain. Meskipun Aliya punya andil besar untuk mengembalikan kehidupan Dewa seperti semula, setelah kehilangan kekasih tercinta bernama Claudia. Aliya yang membantu Dewa pulih kembali. Namun, Nana tiba-tiba hadir di antara mereka.

            Dewa dan Aliya tak pernah tidak memamerkan kemesraan di depan Nana hingga membuat Nana bersedih. Nana kemudian sering menulis di buku harian untuk menumpahkan rasa sedihnya. Nana hampir menyerah dengan sikap Dewa. Tapi, demi menjaga amanat Ayah, apa pun yang terjadi, Nana akan tetap mepertahakan rumah tangganya.

            Sementara itu, Aliya sebenarnya memiliki seorang kekasih yang bertampang urak-urakan bernama Adi (Antonio Blanco Junior), tetapi baik hati dan suka menolong. Namun, Aliya menyembunyikan semua itu dari Dewa agar Dewa tetap mencintainya demi pembalasan dendam masa lalu pada Ibu Farah yang dilakukan melalui anak sulungnya itu.

Di sisi lain, Aliya sebenarnya hanya berpura-pura mencintai Adi karena sudah bersedia menolongnya dahulu sewaktu hamil dengan mengizinkannya tinggal di rumah mereka. Aliya pun tidak hanya merahasiakan Adi pada Dewa, tetapi juga anaknya yang bernama Salsa (Firzanah Aliya). Salsa pun menganggap Adi sebagai papanya dengan menyebutnya Papa Adi. Begitu juga panggilan kepada ibunya Adi (Hana Hasyim) dengan sebutan Nenek Nawang.

            Kebaikan hati Adi kemudian mempertemukannya dengan Nana yang menolongnya dari penjahat. Mereka pun saling mengenal. Namun, nasib Adi kemudian memilukan. Dia terjatuh ke sungai di sebuah jembatan karena diserang orang tak dikenal. Semua tak lain karena ulahnya Aliya, karena tak ingin menikahi Adi yang sudah melamarnya. Tapi kejadian itu tak membuat Adi celaka. Adi berhasil selamat. Namun, Adi yang sempat termakan fitnah Aliya karena mengira bahwa Dewa Buwana orang yang pernah menabrak ibunya hingga masuk rumah sakit berniat akan balas dendam. Adi pun membuat identitas baru dengan berganti nama menjadi Pasha. Keinginan balas dendam itu membuatnya berhasil masuk dan bekerja di rumah keluarga Buwana karena menolong Nana lagi. Posisinya sebagai bodyguard dari Nana Buwana.

Orang-orang yang pernah mengenal Adi dahulu terkejut termasuk Aliya yang mengira dirinya sudah tewas. Tapi dengan berbagai alasan, Adi terus menegaskan dirinya sebagai Pasha.

            Cinta, rahasia, persaudaraan, keluarga dan dendam masa lalu mewarnai sinetron garapan Production House Sinemart ini.

Apakah penyamaran Adi sebagai Pasha terbongkar? Bagaimana kelanjutan kisah cinta Dewa dan Nana, apakah selamanya Dewa akan membenci Nana? Atau sebaliknya? Kedekatan antara Nana dan Pasha tak pelakkah akan menumbuhkan benih cinta? Lalu, bagaimana dengan cinta Adi untuk Aliya, masihkah utuhkah seperti dulu?

Saksikan kisah lengkapnya di SCTV. Tayang setiap hari pukul 18.20 WIB.


Buku Harian Nana Buku Harian Seorang Istri

Isi buku harian Nana



Nana adalah tokoh utama wanita di sinetron Buku Harian Seorang Istri. Sesuai dengan judulnya, sinetron ini kerap menayangkan tokoh Nana tengah menulis buku harian. Isi buku hariannya bercerita tetang suaminya bernama Dewa. Semua perasaan sedih yang dirasakan terhadap suaminya itu dia tuliskan. Mas Dewa, begitu panggil Nana pada sang suami. 

Berikut isi buku harian Nana.

Baca juga: https://vandalombokensis.blogspot.com/2021/02/sinopsis-buku-harian-seorang-istri.html


Aku seorang wanita. Aku seorang anak. Aku seorang kakak. Dan insya Allah, seperti yang diimpikan oleh mereka, aku akan segera menjadi seorang istri. Untuk itu, setiap malam aku memanjatkan doa semoga aku akan menjadi suami yang baik untuk suamiku. Sebab dunia ini adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang soleha. 

Calon suamiku. Insya Allah, aku akan bisa jadi istri yang terbaik untukmu. Imamku!

                                                                        ***

Kadang aku tidak bisa mengerti. Mengapa aku menjadi wanita bodoh seperti sekarang ini. Jadi mungkin wajar, kalau aku juga tidak bisa mengerti, menagapa orang-orang di sekitarku mau menjadi diri mereka yang seperti itu 

Manusia memang penuh misteri. Begitu juga dengan suamiku, Mas Dewa. Dia jahat tapi baik. Dia baik tapi jahat. 

Mungkin ada banyak kesedihan yang Mas Dewa alami. Dan sebagai istrinya, aku berusaha mengerti. Aku berusaha bertahan.

***

Hari ini, dengan tanpa beban, Mas Dewa mengatakan bahwa wanita lain adalah kekasihnya. Dan wanita itu meminta kejelasan kepada Mas Dewa di depan telingaku. 

Mas Dewa dan perempuan itu, menganggap aku adalah penganggu dan penghalang hubungan mereka.  Apa yang harus aku tangisi, pernikahan kami memang tidak didasari cinta. Pernikahan ini hanya pernikahan di atas kertas. 

Dan mungkin aku juga salah. Aku menikah dengan mas Dewa tanpa tahu masa lalunya seperti apa. Tapi, biar bagaimanapun, akad itu sudah terucap dan ini adalah permintaan mendiang Bapak. Apa aku salah, kalau aku berniat untuk coba terus memperjuangkan pernikahan ini? Atau justru seharusnya menyerah pada pernikahan ini, ya, Allah?

***

Aku sadar, bukan cinta yang menjadi dasar pernikahan aku dan Dewa. Bahkan, bukan aku dan Mas Dewa yang menginginkan pernikahan ini. Tapi kita tidak bisa menolak apa yang sudah menjadi keinginan Tuhan.

Mungkin ini bukan hanya yang terbaik. Tapi aku yakin semua akan menjadi indah kalau kita bisa menikmati prosesnya dengan ikhlas. 

Aku akan berusaha membuat pernikahan ini menjadi keputusan yang terbaik, yang berakhir dengan indah.

***