Potret Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ke Desa Wisata Senaru
Sinopsis FTV Gentabuana Kabut Cinta
Sebuah kejadian tak terduga terjadi pada Alicia (Revi Mariska) dan Aditiya (Temmy Rahadi) di sebuah bangunan tua. Kejadian bermula ketika Aditiya menolong Alicia dari penjahat di bus suatu malam. Hujan yang turun membuat mereka mencari tempat berteduh. Malam itulah, mereka melakukan hubungan yang seharusnya tak dilakukan.
Alicia dijodohkan dengan anak sahabat papanya (Alex Sukamto) yang bernama Dika (Panji). Alicia menolaknya, tetapi papanya tetap memaksa. Sementara mamanya (Febriyanti) tidak memiliki kuasa untuk membantu putrinya. Namun, perjodohan itu dibatalkan, karena tepat sehari sebelum pernikahan dilangsungkan, Alicia dinyatakan hamil oleh dokter yang memeriksa setelah mengalami mual-mual dan muntah-muntah sebagai gejala orang hamil. Hubungan sekali itu ternyata menumbuhkan janin di perut Alicia. Papanya pun murka tak terkira, kecewa pada putri kesayangannya itu.
Waktu begitu cepat berlalu hingga perut Alicia semakin membesar. Alicia menangis karena tidak tahu ke mana harus mencari laki-laki yang menghamilinya dan tidak mengenalnya. Alicia hanya mengenalnya melalui khayalan.
Waktu berlalu lagi dengan cepatnya. Alicia melahirkan seorang anak. Namun, papanya yang tidak setuju membawa anaknya pergi. Alicia dan ibunya tak memiliki kuasa untuk mempertahankannya.
***
Tujuh tahun berlalu kemudian.
Aditiya sudah berkeluarga. Dia menikah dengan seorang perempuan bernama Shinta (Erina GD) dan memiliki seorang anak bernama Rara (Gladys).
Hari itu Aditya berangkat ke luar kota sekalian mengantar Rara ke sekolah. Sementara Shinta bertemu sahabatnya yang bernama Indra (Roy Jordi). Indra sejujurnya mencintai Shinta, tetapi Shinta tidak tahu apa pun perihal perasaan Indra.
Bersama Indra, Shinta menjemput Rara di sekolah. Rara menceritakan tentang seseorang wanita yang menemuinya setiap hari yang dinamainya Tante cantik. Mengetahui itu Shinta pun panik, khawatir jika wanita itu memiliki niat buruk pada Rara. Tiba di rumah, Rara senang sekali bermain bersama boneka yang dikasih wanita tak dikenal. Melihatnya, Shinta marah dan membuang boneka itu. Rara mengambilnya dan menangis. Merasa kasihan, Shinta menghampiri Rara dan meminta maaf. Suara telpon telpon kemudian berdering. Itu telpon dari Aditiya. Shinta menceritakan apa yang terjadi. namun, Aditya memintanya untuk tenang. Aditya lalu berbicara dengan Rara dan memintanya untuk menjauhi anak tak dikenalnya itu.
Shinta yang menunggu Rara pulang, diajak pergi oleh Indra. Shinta menolak, tetapi Indra memaksa. Indra mengajaknya ke tempat dia akan membangun sebuah hotel baru. Dan hotel itu akan diberinya nama Shinta. Shinta bahagia mendengarnya. Indra juga bahagia melihat Shinta yang Bahagia.
Indra dan Shinta kemudian kembali untuk menjemput Rara. Namun, Satpam yang menunggu di sana bilang kalau Rara sudah dibawa oleh seorang wanita. Shinta panik. Indra berusaha menenangkannya. Indra dan Shinta pergi mencari Rara. Di mobil, Indra menelpon Aditiya dan memberitahukan kalau Rara hilang. Aditiya meminta Indra untuk menemukan Rara. Aditiya memerintah Indra untuk melapor polisi, dan dia kan kembali secepatnya ke Jakarta.
Indra dan Shinta langsung ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian hilang Rara. Namun, polisi yang mereka temui menyarankan agar jangan buru-buru mengambil kesimpulan, cari tahu dulu akar permasalahannya. Shinta dan Indra pun setuju. Mereka akhirnya pulang. Sampai rumah, Shinta terus menangis. Namun, suara ketawa kemudian menghentikan tangis Shinta. Rara sedang bermain dengan pembantu di rumah. Shinta berlari menghampiri Rara dan memeluknya. Rara kemudian menjelaskan kalau Tante Cantik yang mengantarnya pulang karena sudah lama menunggu mamanya. Aditya lalu menelpon dan menanyakan apakah Rara sudah ditemukan. Shinta menjelaskan sudah dan lagi wanita tak dikenalnya itu yang mengantarkan Rara pulang. Shinta menceritakan kecemasannya akan wanita itu. Takut kalau wanita itu memiliki niat buruk. Namun, Aditya meyakinkan Shinta.
Shinta mengingat kembali kenangannya dengan Aditya. Dulu dia pernah mengandung seorang anak, tetapi kemudian keguguran karena dirinya ditabrak oleh mobil. Akibatnya, Shinta tidak bisa punya anak dan mereka terpaksa mengangkat seorang anak dari Panti Asuhan. Anak itu adalah Rara. Karenanya, Shinta sangat ketakutan jika harus kehilangan Rara.
Esoknya, Shinta memerintah orang untuk menyelidiki siapa wanita itu. Tiba-tiba pembantu di rumahnya memberitahu kalau Rara dibawa oleh wanita tak dikenal itu. Shinta panik dan berlarian mencari Rara. Rara kemudian ditemukannya bersama wanita tak dikenal itu di sebuah taman bermain. Shinta menghampiri dan langsung memarahinya karena sudah berani membawa Rara. Wanita itu pun membela diri kalau dia hanya ingin bertemu dengan Rara. Shinta bertanya siapa dia. Wanita itu pun memperkenalkan diri dengan nama Alicia dan mengaku ibu kandung Rara. Shinta pun terkejut. Alicia kemudian berpamitan pergi dan tak akan menemui Rara lagi. Namun, melihat Rara yang tak menginginkan Alicia pergi, Shinta mencegahnya dan menyuruhnya datang ke rumah mereka.
Indra bertanya pada Shinta kenapa dia mengizinkan Alicia ke rumah mereka. Apakah Shinta betulan yakin kalau Alicia adalah ibu kandung Rara. Shinta menjawab yakin. Melihat Indra, Alicia bertanya pada pada Rara, apakah itu papanya. Rara menjawab bukan, karena papanya lebih ganteng dari Om Indra. Alicia berkenalan dengan Indra dan mengatakan namanya bukan Cantik. Tapi Rara memanggilnya begitu. Alicia berpamitan untuk menginap di hotel, tetapi Shinta mencegah dan memintanya tidur di rumahnya. Begitu juga dengan Rara. Alicia menyetujuinya.
Alicia menghampiri Shinta yang duduk di ruang tamu. Mereka saling berterima kasih dan berpelukan.
Aditya tiba di rumah setelah dijemput oleh Indra. Aditya protes pada Indra kenapa Shinta mengizinkan wanita itu menginap di rumah mereka. Indra menjelaskan kalau dia tidak mengerti dengan Shinta. Aditiya bertanya pada Shinta di mana wanita itu. Shinta memberitahukan di dapur bersama Rara. Rara kemudian keluar dari dapur begitu kotor. Shinta dan Indra langsung membawanya pergi mandi.
Alicia keluar dari dapur dan dilihat oleh Aditiya. Mereka terkejut. Alicia yang melemas hampir terjatuh membawa mangkok lauk. Namun, Aditiya berlari cepat membantunya.
Rara menemukan Alicia menangis di kamar. Rara bertanya. Alicia menjelaskan kalau dia mengingat anaknya yang sudah sebesar dirinya. Mereka lalu berjalan ke luar untuk pergi ke sekolah. Aditiya sudah menunggu. Rara menggenggam tangan Alicia dan Aditiya di kiri-kanannya. Shinta datang membawakan tas yang ketinggalan. Aditiya dan Rara pergi.
Alicia hendak pulang ke rumahnya. Shinta pun menawarkan Indra untuk mengantar. Namun, Alicia sudah memesan taksi. Indra kemudian memberitahukan kalau stasiun tutup karena ada kecelakaan kereta api. Alicia pun gagal berangkat. Shinta memberitahu kalau Alicia masih punya waktu dua hari lagi menginap di rumahnya. Shinta pun menyarankan Indra untuk pergi jalan-jalan bersama Alicia. Indra ingin menolak, tetapi Shinta memaksakan. Indra dan Alicia pun menuruti.
Aditiya pulang dan langsung menanyakan Alicia apakah sudah pergi. Shinta memberitahu kalau Alicia pergi bersama Indra. Shinta juga memberitahukan niatnya yang ingin menjodohkan Alicia dan Indra. Aditiya terkejut dan langsung beralasan pergi ke kantor.
Indra menjelaskan kepada Alicia kalau di dekat Restaurant itu akan dibangun taman bermain. Indra mempersilakan Alicia duduk. Telponnya kemudian berdering, lalu berpamitan kepada Alicia sebentar. Sementara itu, Aditiya tiba-tiba menghampiri Alicia di Restoran itu. Mereka pun berbicara. Aditiya berbasa-basi tentang Rara adalah anak Alicia. Alicia menangis dan menjelaskan kalau Rara adalah putri mereka. Aditiya terkejut. Alicia mengingatkan tentang kejadian di Vihara malam itu saat mereka melakukan hubungan itu. Aditiya terharu mengetahui Rara adalah putri kandungnya. Dari kejauhan Indra mendekat. Alicia cepat-cepat menghapus air mata dan memberi kode pada Aditiya untuk melakukan hal yang sama. Indra terheran melihat Aditiya. Aditiya pun menjelaskan cuma kebetulan lewat.
Mereka menikmati kopi bersama di ruang tamu. Shinta bertanya pada Alicia kenapa tidak menuntut hak kepada laki-laki brengsek yang sudah menghamilinya. Aditiya merasa kurang enak disebut brengsek. Sementara Alicia menjawab untuk apa karena semua kekhilafan terjadi karena kesalahannya dan laki-laki itu tak pernah tahu Alicia mengandung anaknya. Indra hanya menyimak. Sementara Shinta terus memprotes dan menyebut lagi laki-laki brengsek. Aditiya tersedak mendengar itu. Indra bertanya pada Alicia apakah sudah bertemu dengan laki-laki itu. Alicia menjawab sudah. Shinta tidak sabaran ingin mengetahui jawaban laki-laki itu. Namun, Alicia menjawab santai kalau dia tidak pernah bercerita dan memberitahukan kalau laki-laki itu sudah bahagia dengan keluarganya, juga dia sudah tidak ada di hatinya. Shinta yang terbawa perasaan, emosi dan menyebut Alicia bodoh karena tidak melaporkan laki-laki itu ke polisi. Aditiya yang tak kuat mendengarnya menghentikan Shinta dan berpamitan pergi.
Aditya melihat keseruan Alicia dan Rara bermain dari lantai atas. Shinta curhat kepada Aditiya tentang Alicia yang harus menderita. Dan lagi Shinta menyebut Aditiya sebagai laki-laki brengsek. Aditiya merasa sakit mendengarnya.
Aditya menelpon ke rumah. Shinta mengangkat teleponnya. Aditiya mematikannya. Itu dua kali dilakukan Aditiya dan selalu Shinta yang mengangkat. Lalu ketiga kalinya, Shinta yang kesal menyuruh Alicia yang mengangkat. Aditiya pun langsung meminta Alicia bertemu dengannya. Alicia dan Aditiya bertemu. Mereka mengingat masa lalu dan mengungkapkan perasaan dengan lagu.
Alicia, Rara dan Shinta bermain tutup mata. Kebetulan Alicia yang jadi. Alicia yang mencari Rara dan Shinta tak sengaja memeluk Aditiya. Setelah membuka tutup mata, Alicia salah tingkah. Indra lalu datang dan menanyakan kenapa mereka belum siap. Padahal akan pergi ke pesta dansa. Di pesta dansa, Shinta dan Indra berdansa. Tak lama diikuti Alicia dan Aditiya. Keduanya menguasai panggung hingga menjadi perhatian. Setelah selesai mereka salah tingkah karena disaksikan banyak orang. Indra dan Shinta bertepuk tangan karena dansa Aditiya dan Alicia begitu bagus. Pulangnya, Shinta memuji Aditiya karena pandai menari. Aditiya menjawab itu karena Alicia.
Alicia gelisah di kamar Rara. Aditiya pun demikian di kamarnya. Aditiya bangun, lalu menemui Alicia yang sudah duduk di ruang tamu. Aditiya mengungkapkan kegelisahan hatinya pada Alicia bahwa selama ini dia merasa bersalah atas segala penderitaan yang sudah Alicia alami. Aditiya menyalahkan dirinya sendiri karena sudah menyelamatkan Alicia, tetapi malah “dimangsanya”. Alicia pun bercerita tentang kemarahan papanya hingga menyuruhnya membuang anaknya. Alicia tak berdaya melawan papanya. Alicia berjuang untuk mencari anaknya. Alicia tak pernah berpikir bahwa anaknya diasuh oleh papanya sendiri. Sementara Aditiya terus-terusan menyalahkan dirinya sendiri dan meminta maaf pada Alicia.
Shinta yang mendengar percakapan Aditiya dan Alicia mengintip dari pintu kamar. Aditiya berdiri dan ingin memberitahukan tentang hubungannya dengan Alicia kepada Shinta. Namun, Alicia mencegahnya. Shinta yang mendengarkan, kemudian melihat Alicia dan Aditiya berpelukan. Shinta berlari mendekat dan memergoki mereka. Alicia dan Aditiya terkejut. Aditiya tidak tahu harus menjelaskan apa. Begitupun dengan Alicia. Shinta yang tidak bisa menahan kemarahannya menyebut Alicia sebagai perempuan jalang dan menyuruh Aditiya mengusir Alicia mala mini juga. Namun, Aditiya menolak dan menginginkan Alicia keluar dengan cara baik-baik. Shinta terus marah karena Aditiya membela Alicia. Aditiya ingin menamparnya, tetapi dicegah Alicia. Shinta pun makin marah pada Alicia.
Aditiya kemudian memberitahukan kepada Shinta, kalau dirinya adalah ayah kandung dari Rara. Shinta makin marah mendengarnya. Shinta berubah seperti orang gila. Shinta ketawa-ketawa sendiri mendengar pernyataan Aditiya. Dengan derai air mata, Shinta mencoba menebak-nebak semua hal dalam tujuh tahun terakhir. Hubungan Alicia dan Aditiya. Aditiya mencoba menenangkan Alicia yang dimabuk amarah. Alicia mencoba menjelaskan. Namun, Shinta yang sangat marah memaki-maki Alicia dengan menyebut perempuan jalang dan mengusirnya.
Suara Rara memanggil Mama lalu menghentikan mereka. Shinta dan Alicia berlari saling mendahului menuju kamar Rara. Sampai di tangga keduanya berhenti. Shinta makin marah karena Alicia seakan tak mau mengalah. Shinta mengamuk dan memilih untuk meninggalkan rumah. Sementara Aditiya tidak bisa mencegahnya.
Shinta mengunjungi rumah Indra. Shinta menceritakan semua yang telah terjadi. Aditiya kemudian menelepon, Indra mengangkatnya. Aditiya ingin berbicara dengan Shinta, tetapi Shinta menolak. Indra membujuk Shinta, Shinta pun berbicara dengan Aditiya dan menyatakan keinginannya untuk bercerai.
Shinta menemui Aditiya di rumah membawakan surat perceraian. Aditiya memohon pada Shinta untuk tidak melakukan ini. Namun, Shinta pergi. Aditiya mengejarnya, tetapi tidak bisa. Malamnya, Shinta berteleponan dengan Rara. Mereka kangen-kangenan. Alicia memperhatikannya.
Alicia menemui Aditiya di ruang tamu. Aditiya curhat tentang Shinta yang meminta cerai. Aditiya menceritakan suka-duka rumah tangganya selama tujuh tahun terakhir. Aditiya tidak bercerai dengan Shinta. Aditiya sangat mencintainya. Alicia hanya mendengarkan.
Di halaman tempat persidangan, Indra terus membujuk Shinta agar jangan melakukan ini. Namun, Shinta tetap diam. Aditiya dan Alicia datang. Tapi Shinta tidak mau bertemu. Alicia mengejar Shinta. Tapi Shinta terus saja memarahinya. Alicia meminta maaf dan menjaskan pada Shinta bahwa dirinya tidak bermaksud merusak rumah tangganya. Alicia sadar, cinta Aditiya hanya untuk Shinta. Aditiya lalu meminta Shinta mempertimbangkan lagi keputusannya. Alicia memohon pada Shinta agar berbaik hati padanya dengan mengizinkannya membawa Rara karena Shinta sudah mendapatkan cinta Aditiya. Aditiya menolak permintaan Alicia. Alicia lalu memohon sama Aditiya. Aditiya pun mengizinkannya. Shinta marah pada Aditiya. Aditiya menyuruh Alicia untuk segera pergi. Shinta menangis di pelukan Aditiya.
Alicia pergi menjemput Rara di sekolahnya dan membawanya.
Shinta dan Aditiya pulang ke rumah. Rara tiba-tiba ada di sana. Shinta memeluknya. Rara menjelaskan kalau sekarang adalah hari ulang tahunnya yang sebenarnya seperti yang dibilang Alicia. mereka kemudian masuk ke dalam. Dekorasi acara ulang tahun yang megah menyambut Rara menjelaskan itu adalah pemberian Alicia. Alicia menitipkan sebuah pesan suara. Shinta mendengarkannya haru. Shinta kemudian meminta Aditiya untuk mengejar Alicia di stasiun. Tanpa pikir panjang, Aditiya berlari pergi menemui Alicia.
Tamat
Sinopsis FTV Gentabuana Dua Hati Satu Cinta (Kharisma)
Cerita dan Skenario
Messiah Fajarwati
Cast:
Temmy Rahadi
Penty Nurafiani
Restu Restari
Aris K Yulianto
Nada Asmaya
Piet Ermas
Denia
Lilis Suganda
Candi satrio
Dua Hati Satu Cinta
Kharisma (Penty Nurafiani), hidup bersama ibunya (Denia), di sebuah rumah kontrakan sederhana. Suatu malam, Kharisma berhujan-hujanan mengunjungi rumah mewah milik ayahnya (Piet Ermas), meminta uang untuk berobat ibunya yang sakit dan juga membayar kontrakan yang sudah menunggak tiga bulan. Di sana dia bertemu dengan ibu tirinya, Tante Siska (Lilis Suganda) yang marah-marah padanya karena lantai yang kotor bekas jejak kakinya. Dan kedua saudara tirinya, Gunawan (Aris KY) dan Erika (Restu Restari).
Ayahnya merasa kasihan pada Kharisma sehingga menyuruh istrinya mengambilkan uang lima ratus ribu. Namun, Kharisma menolak dengan beralasan uang segitu tidak cukup. Ibu tirinya pun memarahi Kharisma yang kemudian disetujui oleh ayahnya. Kharisma pun marah dan memaki ayahnya dengan menyebutnya tidak pantas disebut seorang Ayah karena seorang Ayah tidak mungkin menelantarkan istri dan anaknya. Ayahnya pun marah dan menampar pipi kiri dan kanan Kharisma berulangkali hingga terkapar di lantai. Erika mencoba mencegah, tetapi ibunya mencegah. Kharisma bangkit dan berdiri di hadapan ayahnya dan mengatakan kalau dia akan menganggap ayahnya sudah mati, lalu pergi menerobos hujan besar di luar. Ibu tirinya merasa dan Gunawan tersenyum menang.
Sepanjang jalan Kharisma menangis di bawah guyuran hujan. Ketika sampai di sebuah jembatan, Kharisma sempat ingin membuang diri dari jembatan. Namun urung. Kharisma lalu berdiri di pinggirnya hingga seorang pemuda mengendarai mobil lewat. Melihat Kharisma yang seperti orang frustasi membuatnya mendekat dan langsung memeluknya. Kharisma yang terkejut menamparnya dan bergegas pergi. Pemuda itu pun menjelaskan maksudnya. Namun, Kharisma yang merasa tidak ingin bunuh diri berbalik dan menamparnya lagi dan langsung pergi.
Tiba di rumah, Ibu Kharisma menunggu di ruang tamu. Kharisma langsung memeluknya dan berkata mereka harus lebih kuat dari sebelumnya. Dan anggap saja dia sudah tidak punya Ayah dan Ibunya tak pernah punya suami. Ibunya kemudian melihat pipinya yang memerah bertanya. Namun Kharisma tidak menjawab dan langsung berlari ke kamar. Di kamar Kharisma menangis lagi dan berjanji akan balas dendam pada Tante Siska, Gunawan dan Erika.
Kharisma mencari sahabatnya, Gita (Nada Asmaya) di kampus. Kharisma ingin meminjam uang dua juta. Tapi Gita tidak bisa memberikan karena harus membayar uang kuliahnya. Kharisma pun pamit untuk mencari kerja. Gita pun memberinya semangat dan memberikan uang seratus ribu sebagai bekal.
Kharisma berkeliling dari satu toko ke toko lain. Namun, tidak ada lowongan. Kharisma bahkan sempat diusir Satpam karena memaksa masuk. Dan sempat juga ke sebuah perusahaan. Hampi saja diterima, tetapi bagian itu sudah terisi.
Malamnya, Kharisma pulang ke rumah dan menemukan rumahnya berantakan karena diobrak-abrik oleh juragan yang punya rumah. Semua isinya dihamburkan ke halaman. Ibunya tergeletak di depan rumah. Kharisma memohon agar jangan mengusir mereka dan memberikan kesempatan untuk membayar. Namun, sang juragan tak peduli. Gita akhirnya datang menyelamatkan dengan menyerahkan uang kepada sang juragan. Kharisma dan ibunya pun tidak jadi diusir. Kharisma berterima kasih kepada Gita. Mereka berpelukan. Mereka pun berberes barang-barang yang berhamburan. Ibunya Kharisma lalu terjatuh. Kharisma dan Gita membopongnya masuk kamar. Setelahnya Kharisma menangis karena merasa tidak sanggup lagi. Namun gita menyemangatinya.
Di sisi lain, Erika tengah berbahagia karena kedatangan Ivan (Temmy Rahadi) sahabat kakaknya, Gunawan. Diam-diam, sejak lama Erika menyukai Ivan. Dan Ivan pun menyukai Erika juga. Mereka pun pergi berjalan-jalan ke sebuah taman.
Kharisma terus mencari pekerjaan hingga menemukan sebuah lowongan kerja menjadi pelayan di sebuah Pup yang baru jadi. Masuk ke sana, Kharisma menemukan seseorang yang menyanyi. Kharisma pun menawarkan diri menyanyi dan bisa menyanyi lebih baik kepada pemilik Pup (Candi Satrio). Kharisma pun mulai menyanyi hingga selesai. Pemilik PUP tersebut mengakui suara Kharisma dan bersedia mengontraknya. Namun, Kharisma menolak menjadi penyanyi karena dia datang ingin melamar kerja sebagai pelayan bukan penyanyi.
Pulangnya, Kharisma menemukan ibunya tengah mencuci pakaian yang banyak. Kharisma pun bertanya itu pakaian siapa. Dan ibunya menjawab pakaian tetanga. Ibunya mencoba peruntungan dari buruh mencuci pakaian tetangga. Kharisma yang kasihan menyuruh ibunya istirahat dan dia yang menggantikan mencuci. Sambil menangis haru melihat ibunya, Kharisma terus menyikat. Sementara ibunya terus mencegahnya dan menyuruhnya makan. Mereka akhirnya beranjak dari Wc menuju ruang tamu. Kharisma pun berjanji akan bekerja keras agar ibunya bahagia. Ibunya kemudian membawakan sepiring nasi. Namun Kharisma menangis, dan mengira ibunya berbohong sudah makan. Ibunya menjelaskan sudah selesai. Tapi Kharisma bersikeras. Kharisma berkata, jika ibunya kuat menahan lapar, maka dia pun kuat. Ibunya tersinggung. Mereka pun berdebat. Hingga akhirnya mereka sama-sama makan dengan saling menyuapi dan sambil menangis.
Pemandangan berbeda, sarapan mewah di sebuah rumah. Ayah Kharisma datang meletakkan amplop di dekat Gunawan dan menyuruhnya membawakan Kharisma. Gunawan yang mengecek bilang apa tidak salah jumlah segitu diberikan Kharisma. Ayahnya pun marah dan menyadari kesalahannya selama ini. Sarapan paginya pun batal. Gunawan lalu mendatangi rumah Kharisma untuk memberikan uang. Namun, Kharisma menolaknya. Gunawan pun membawa kembali uang itu. Gunawan lalu bertemu dengan Ivan di studio rekaman miliknya dan menceritakan kalau dia dimaki-maki adik dan ayahnya. Ivan pun bertanya, adiknya yang mana. Namun, Gunawan tak mau menjawab.
Di malam pembukaan dan peresmian Pup yang baru jadi, Ivan diundang oleh Om-nya—sang pemilik Pup—untuk datang ke acaranya. Ivan pun mengajak Erika untuk menemaninya. Sementara itu, sebelum kedatangan Ivan dan Erika di Pup tersebut, Kharisma lebih dulu datang dan menerima tawaran sebagai penyanyi. Dengan gayanya yang jutek, pemilik PUP tersebut merasa tertantang dengan Kharisma. Kharisma pun didandani hingga cantik jelita.
Acara pembukaan dimulai. Ivan dan Erika duduk semeja. Penyanyi pria dan wanita di depan mulai menyanyi sambil menari. Erika yang menandai penyanyi perempuan sebagai saudara tirinya, Kharisma, marah tak terkira. Kemudian setelah selesai acara, Erika dan Ivan menemui Kharisma di meja rias ruangan belakang. Namun, Kharisma menolak hingga terjadi keributan. Ivan berkelahi dengan beberapa orang bodyguard sampai akhirnya Om-nya datang merelai.
Di depan Pup, Erika meminta Kharisma berhenti menjadi penyanyi di Club malam. Bagaimana perasaan ibunya jika sampai tahu. Kharisma pun mengancam Erika agar tidak buka mulut dan langsung berjalan pergi. Namun, Ivan mengejarnya. Sadarlah Kharisma kalau Ivan adalah pemuda yang ditemuinya di jembatan malam itu. Ivan kini mengerti dengan sifat Kharisma yang jutek dan suka marah-marah. Kharisma kemudian menyetop taksi dan pergi.
Sampai rumah, Kharisma memberi ibunya ayam goreng. Ibunya lahap sekali makan. Kharisma Bahagia sekali melihatnya. Ibunya pun bertanya, Kharisma bekerja sebagai apa. Kharisma pun menjawab berbohong dengan mengatakan kerja di bagian elektronik. Meski ragu karena karyawan bekerja malam, tapi Ibu Kharisma tetap percaya.
Ibunya Kharisma terjatuh di pasar karena tubuhnya lemah. Namun, kebetulan Ivan lewat, kemudian menolongnya. Sampailah Ivan di rumah ibunya Kharisma, tapi dia tidak tahu kalau itu ibu dari Kharisma. Sewaktu Kharisma keluar dan mereka saling pandang, “penyakit” Kharisma kambuh lagi. Kharisma marah-marah dan memukul Ivan dengan kemoceng hingga lebam tangannya. Lalu, menyuruhnya pergi. Namun, setelah ibunya berkata bahwa Ivan yang menolongnya, Kharisma mati kutu. Mau tidak mau Ivan kemudian diajak ke dalam. Ibunya kemudian tahu kalau mereka sudah saling kenal. Ivan pun bercerita kalau Kharisma adalah gadis yang suka marah-marah. Ibunya ke luar mengambilkan minum. Sementara Kharisma mengobati punggung tangan Ivan yang lebam dipukulnya. Ivan meringis kesakitan. Sedang Kharisma senang melihat Ivan kesakitan. Mereka pun diam-diam saling menyenangi.
Erika kemudian datang hendak bertemu Kharisma. Namun, mendadak urung masuk sewaktu melihat Ivan dan Kharisma di dalam. Erika bertahan di sisi pintu. Kemudian mendengar perkataan Ivan kalau dia rela terus dipukuli Kharisma asalkan menjdadi miliknya selamanya. Mendengar itu Erika kecewa dan bersedih hati. Ibu Kharisma kemudian melihat Erika menangis, lalu memanggilnya. Erika pun buru-buru pergi. Ivan dan Kharisma tersadar ada Erika. Mereka pun ikut keluar mengejar Erika. Namun Erika sudah jauh. Menyadari Erika cemburu melihatnya degan Ivan, Kharisma bersorak dalam hati. Dan terlintas di hatinya untuk menjadikan Ivan sebagai alat balas dendam. Yang pertama pada Erika.
Di rumah Erika menangis. Erika menemui ibunya dan bertanya apa yang akan dilakukan ketika orang lain merebut kekasihnya. Ibunya pun dengan semangat mengatakan akan merebutnya kembali. Seperti dia merebut ayahnya Kharisma dari ibunya. Ibu Erika pun bertanya apa ini ada hubungannya dengan Ivan. Namun, Erika segera masuk kamar.
Malam itu, Kharisma menyanyi lagi di Pup tempatnya bekerja. Ivan yang antusias memasuki bangunan Pup. Tanpa sengaja Tante Siska yang naik taksi lewat di depan Pup dan melihat Ivan. Tante Siska pun membuntuti Ivan diam-diam. Di dalam Pup, Tante Siska berjaga-jaga, takut ketahuan Ivan. Di panggung depannya, Kharisma mulai menyanyi dan menari. Tante Siska yang melihatnya pun langsung emosi.
Setiba di rumah, Tante Siska menceritakan apa yang dilihatnya di Pup, bahwa Kharisma bekerja di sana sebagai penyanyi. Ayahnya Kharisma pun marah tak terkira.
Kharisma baru pulang dengan riang setelah bertemu Ivan. Namun, Kharisma terkejut ketika menemukan ayahnya tengah memukuli ibunya yang sakit-sakitan sampai tersungkur ke lantai. Kharisma pun marah dan mencaci-maki ayahnya. Namun, ayahnya hanya berdiam. Kharisma lalu menghampiri ibunya. Tapi ibunya menolak disentuh olehnya dan langsung menamparnya. Kemudian menjelaskan bahwa dia tidak sudi makan dari hasil Kharisma bekerja sebagai wanita penghibur di club malam. Ibunya pun meninggalkannya masuk ke kamar. Kharisma kemudian melampiaskan kekesalan pada ayahnya. Namun, ayahnya tidak merespons dan langsung pergi.
Pulangnya, Ayah Kharisma merasa bersedih. Erika lalu mengajaknya makan malam bersama. Namun, dia menolak. Ayah Kharisma pun bercerita pada Erika kalau Kharisma pantas membencinya karena dia adalah penyebab segala penderitaannya.
Kharisma kemudian berhenti bekerja sebagai penyanyi di Pup itu. Ibunya kembali bekerja sebagai tukang cuci pakaian tetangga. Kharisma memohon ampun kepada ibunya dan berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi. Ibunya pun memaafkannya. Mereka saling menangisi di depan wc. Suara klakson mobil kemudian terdengar. Itu adalah mobilnya Ivan. Mereka bergegas menemui Ivan. Ivan datang membawa kabar baik, kalau dia akan merekrut Kharisma untuk menjadi penyanyi di studio rekaman miliknya.
Kharisma bersiap pergi dengan Ivan. Sampai di studio rekaman, Kharisma malah bertemu dengan Gunawan. Mereka pun bertengkar. Gunawan menghina dan menampar Kharisma sehingga menyulut emosi Ivan dengan menghajar Gunawan hingga hidungnya berdarah. Proses rekaman pun gagal. Mereka semua bubar. Gunawan hendak pergi. Kharisma dan Ivan pun begitu. Namun, mendadak kunci mobil Ivan ketinggalan di dalam sehingga Ivan kembali masuk. Momen itu dimanfaatkan Kharisma untuk memanasi Gunawan. Dia bilang kalau dia hanya berpura-pura mencintai Ivan hanya untuk balas dendam dan melihat Erika sakit hati. Ivan yang sudah ada di belakangnya pun mendengar. Ivan pun kecewa kepada Kharisma. Kharisma mencoba menjelaskan, tetapi Ivan sudah terlanjur kecewa dan menyebutnya gadis yang jahat. Ivan meninggalkan Kharisma sendiri.Tanpa sadar air mata Kharisma menetes. Saat itulah Kharisma menyadari dirinya jatuh cinta sungguhan pada Ivan.
Malamnya hujan besar. Kharisma hujan-hujanan menunggu Ivan pulang di depan rumahnya. Namun, Ivan yang terlanjur kecewa tidak memperdulikannya. Dia hanya melihat Kharisma dari balik kaca mobil tanpa perlu menghampiri. Kharisma menangis sejadi-jadinya. Kharisma kemudian pulang. Ibunya sudah menunggu khawatir di teras rumah. Dia bercerita pada ibunya kalau dia yang berniat balas dendam pada Erika, tetapi malah dia sendiri yang terjebak. Kharisma lalu pingsan.
Erika disuruh kakaknya, Gunawan untuk menjenguk Ivan. Sesampainya di rumah Ivan, Erika menemukan Ivan habis minum berbotol-botol minuman keras. Menyadari Erika yang datang, Ivan pun langsung bertanya, apakah Erika mau menikah dengannya. Erika menyetujuinya.
Ivan datang ke rumah Kharisma menghantarkan surat undangan tunangannya dengan Erika. Kharisma menemui Ivan dengan wajah pucat dan mata berlingkar hitam. Ivan merasa kasihan, tetapi berusaha tak peduli.
Kharisma memenuhi undangan Ivan mendatangi pesta pertunangannya, mengenakan gaun merah, baju terbaiknya. Ayahnya lebih dulu menyambut dan menanyakan kado dirinya untuk Erika. Namun, Kharisma menjawab Erika sudah punya segalanya. Kharisma kemudian menyalami Ivan. Kharisma tidak bisa menahan air mata. Ivan pun sama sedihnya. Kharisma lalu diminta ayahnya menyanyi. Kharisma menyanggupi. Lagu yang sangat sedih dibawakan Kharisma, tentang kenapa harus berjumpa dengan seseorang jika akhirnya harus berpisah. Lirik yang menyentuh dan suara Kharisma yang indah menyentuh hati setiap orang. Setelah lagunya selesai, Kharisma langsung bergegas pergi. Ivan yang sudah tidak tahan lagi dan tak bisa membohongi hati ingin berlari mengejar Kharisma. Namun, dicegah oleh Gunawan. Erika lalu maju dan mengikhlaskan kepergian Ivan mengejar Kharisma. Erika memberikan cincin pertunangannya kepada Ivan untuk diberikan kepada Kharisma. Erika menangis. Meskipun berat, tetapi dia mencoba ikhlas demi Kharisma. Karena Erika juga tahu bahwa cinta Ivan sejak semula hanya untuk Kharisma. Tanpa menunggu apa pun lagi, Ivan mengejar Kharisma. Ivan mencari Kharisma di rumahnya. Namun, hanya ibunya yang ditemukannya dan berkata Kharisma belum pulang dari tadi.
Ivan lalu menemukan Kharisma di jembatan tempat mereka bertemu pertama dulu. Kharisma sudah bersiap untuk meloncat dari jembatan. Sedetik saja Ivan terlambat, Kharisma sudah terjatuh ke sungai. Beruntungnya, Ivan bisa memegang tangan Kharisma dan berhasil mengangkatnya ke atas jembatan. Kharisma menangis dan memaki-maki Ivan. Ivan kemudian menjelaskan semuanya dan memberikan cincin Erika untuk dirinya. Mereka pun berpelukan.
Tamat
- Kharisma Sayang
- Kini Aku Sendiri
- Mengapa Harus Jumpa
- Cara-cara
- Sesuap Nasi