Sebuah kejadian tak terduga terjadi pada Alicia (Revi Mariska) dan Aditiya (Temmy Rahadi) di sebuah bangunan tua. Kejadian bermula ketika Aditiya menolong Alicia dari penjahat di bus suatu malam. Hujan yang turun membuat mereka mencari tempat berteduh. Malam itulah, mereka melakukan hubungan yang seharusnya tak dilakukan.
Alicia dijodohkan dengan anak sahabat papanya (Alex Sukamto) yang bernama Dika (Panji). Alicia menolaknya, tetapi papanya tetap memaksa. Sementara mamanya (Febriyanti) tidak memiliki kuasa untuk membantu putrinya. Namun, perjodohan itu dibatalkan, karena tepat sehari sebelum pernikahan dilangsungkan, Alicia dinyatakan hamil oleh dokter yang memeriksa setelah mengalami mual-mual dan muntah-muntah sebagai gejala orang hamil. Hubungan sekali itu ternyata menumbuhkan janin di perut Alicia. Papanya pun murka tak terkira, kecewa pada putri kesayangannya itu.
Waktu begitu cepat berlalu hingga perut Alicia semakin membesar. Alicia menangis karena tidak tahu ke mana harus mencari laki-laki yang menghamilinya dan tidak mengenalnya. Alicia hanya mengenalnya melalui khayalan.
Waktu berlalu lagi dengan cepatnya. Alicia melahirkan seorang anak. Namun, papanya yang tidak setuju membawa anaknya pergi. Alicia dan ibunya tak memiliki kuasa untuk mempertahankannya.
***
Tujuh tahun berlalu kemudian.
Aditiya sudah berkeluarga. Dia menikah dengan seorang perempuan bernama Shinta (Erina GD) dan memiliki seorang anak bernama Rara (Gladys).
Hari itu Aditya berangkat ke luar kota sekalian mengantar Rara ke sekolah. Sementara Shinta bertemu sahabatnya yang bernama Indra (Roy Jordi). Indra sejujurnya mencintai Shinta, tetapi Shinta tidak tahu apa pun perihal perasaan Indra.
Bersama Indra, Shinta menjemput Rara di sekolah. Rara menceritakan tentang seseorang wanita yang menemuinya setiap hari yang dinamainya Tante cantik. Mengetahui itu Shinta pun panik, khawatir jika wanita itu memiliki niat buruk pada Rara. Tiba di rumah, Rara senang sekali bermain bersama boneka yang dikasih wanita tak dikenal. Melihatnya, Shinta marah dan membuang boneka itu. Rara mengambilnya dan menangis. Merasa kasihan, Shinta menghampiri Rara dan meminta maaf. Suara telpon telpon kemudian berdering. Itu telpon dari Aditiya. Shinta menceritakan apa yang terjadi. namun, Aditya memintanya untuk tenang. Aditya lalu berbicara dengan Rara dan memintanya untuk menjauhi anak tak dikenalnya itu.
Shinta yang menunggu Rara pulang, diajak pergi oleh Indra. Shinta menolak, tetapi Indra memaksa. Indra mengajaknya ke tempat dia akan membangun sebuah hotel baru. Dan hotel itu akan diberinya nama Shinta. Shinta bahagia mendengarnya. Indra juga bahagia melihat Shinta yang Bahagia.
Indra dan Shinta kemudian kembali untuk menjemput Rara. Namun, Satpam yang menunggu di sana bilang kalau Rara sudah dibawa oleh seorang wanita. Shinta panik. Indra berusaha menenangkannya. Indra dan Shinta pergi mencari Rara. Di mobil, Indra menelpon Aditiya dan memberitahukan kalau Rara hilang. Aditiya meminta Indra untuk menemukan Rara. Aditiya memerintah Indra untuk melapor polisi, dan dia kan kembali secepatnya ke Jakarta.
Indra dan Shinta langsung ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian hilang Rara. Namun, polisi yang mereka temui menyarankan agar jangan buru-buru mengambil kesimpulan, cari tahu dulu akar permasalahannya. Shinta dan Indra pun setuju. Mereka akhirnya pulang. Sampai rumah, Shinta terus menangis. Namun, suara ketawa kemudian menghentikan tangis Shinta. Rara sedang bermain dengan pembantu di rumah. Shinta berlari menghampiri Rara dan memeluknya. Rara kemudian menjelaskan kalau Tante Cantik yang mengantarnya pulang karena sudah lama menunggu mamanya. Aditya lalu menelpon dan menanyakan apakah Rara sudah ditemukan. Shinta menjelaskan sudah dan lagi wanita tak dikenalnya itu yang mengantarkan Rara pulang. Shinta menceritakan kecemasannya akan wanita itu. Takut kalau wanita itu memiliki niat buruk. Namun, Aditya meyakinkan Shinta.
Shinta mengingat kembali kenangannya dengan Aditya. Dulu dia pernah mengandung seorang anak, tetapi kemudian keguguran karena dirinya ditabrak oleh mobil. Akibatnya, Shinta tidak bisa punya anak dan mereka terpaksa mengangkat seorang anak dari Panti Asuhan. Anak itu adalah Rara. Karenanya, Shinta sangat ketakutan jika harus kehilangan Rara.
Esoknya, Shinta memerintah orang untuk menyelidiki siapa wanita itu. Tiba-tiba pembantu di rumahnya memberitahu kalau Rara dibawa oleh wanita tak dikenal itu. Shinta panik dan berlarian mencari Rara. Rara kemudian ditemukannya bersama wanita tak dikenal itu di sebuah taman bermain. Shinta menghampiri dan langsung memarahinya karena sudah berani membawa Rara. Wanita itu pun membela diri kalau dia hanya ingin bertemu dengan Rara. Shinta bertanya siapa dia. Wanita itu pun memperkenalkan diri dengan nama Alicia dan mengaku ibu kandung Rara. Shinta pun terkejut. Alicia kemudian berpamitan pergi dan tak akan menemui Rara lagi. Namun, melihat Rara yang tak menginginkan Alicia pergi, Shinta mencegahnya dan menyuruhnya datang ke rumah mereka.
Indra bertanya pada Shinta kenapa dia mengizinkan Alicia ke rumah mereka. Apakah Shinta betulan yakin kalau Alicia adalah ibu kandung Rara. Shinta menjawab yakin. Melihat Indra, Alicia bertanya pada pada Rara, apakah itu papanya. Rara menjawab bukan, karena papanya lebih ganteng dari Om Indra. Alicia berkenalan dengan Indra dan mengatakan namanya bukan Cantik. Tapi Rara memanggilnya begitu. Alicia berpamitan untuk menginap di hotel, tetapi Shinta mencegah dan memintanya tidur di rumahnya. Begitu juga dengan Rara. Alicia menyetujuinya.
Alicia menghampiri Shinta yang duduk di ruang tamu. Mereka saling berterima kasih dan berpelukan.
Aditya tiba di rumah setelah dijemput oleh Indra. Aditya protes pada Indra kenapa Shinta mengizinkan wanita itu menginap di rumah mereka. Indra menjelaskan kalau dia tidak mengerti dengan Shinta. Aditiya bertanya pada Shinta di mana wanita itu. Shinta memberitahukan di dapur bersama Rara. Rara kemudian keluar dari dapur begitu kotor. Shinta dan Indra langsung membawanya pergi mandi.
Alicia keluar dari dapur dan dilihat oleh Aditiya. Mereka terkejut. Alicia yang melemas hampir terjatuh membawa mangkok lauk. Namun, Aditiya berlari cepat membantunya.
Rara menemukan Alicia menangis di kamar. Rara bertanya. Alicia menjelaskan kalau dia mengingat anaknya yang sudah sebesar dirinya. Mereka lalu berjalan ke luar untuk pergi ke sekolah. Aditiya sudah menunggu. Rara menggenggam tangan Alicia dan Aditiya di kiri-kanannya. Shinta datang membawakan tas yang ketinggalan. Aditiya dan Rara pergi.
Alicia hendak pulang ke rumahnya. Shinta pun menawarkan Indra untuk mengantar. Namun, Alicia sudah memesan taksi. Indra kemudian memberitahukan kalau stasiun tutup karena ada kecelakaan kereta api. Alicia pun gagal berangkat. Shinta memberitahu kalau Alicia masih punya waktu dua hari lagi menginap di rumahnya. Shinta pun menyarankan Indra untuk pergi jalan-jalan bersama Alicia. Indra ingin menolak, tetapi Shinta memaksakan. Indra dan Alicia pun menuruti.
Aditiya pulang dan langsung menanyakan Alicia apakah sudah pergi. Shinta memberitahu kalau Alicia pergi bersama Indra. Shinta juga memberitahukan niatnya yang ingin menjodohkan Alicia dan Indra. Aditiya terkejut dan langsung beralasan pergi ke kantor.
Indra menjelaskan kepada Alicia kalau di dekat Restaurant itu akan dibangun taman bermain. Indra mempersilakan Alicia duduk. Telponnya kemudian berdering, lalu berpamitan kepada Alicia sebentar. Sementara itu, Aditiya tiba-tiba menghampiri Alicia di Restoran itu. Mereka pun berbicara. Aditiya berbasa-basi tentang Rara adalah anak Alicia. Alicia menangis dan menjelaskan kalau Rara adalah putri mereka. Aditiya terkejut. Alicia mengingatkan tentang kejadian di Vihara malam itu saat mereka melakukan hubungan itu. Aditiya terharu mengetahui Rara adalah putri kandungnya. Dari kejauhan Indra mendekat. Alicia cepat-cepat menghapus air mata dan memberi kode pada Aditiya untuk melakukan hal yang sama. Indra terheran melihat Aditiya. Aditiya pun menjelaskan cuma kebetulan lewat.
Mereka menikmati kopi bersama di ruang tamu. Shinta bertanya pada Alicia kenapa tidak menuntut hak kepada laki-laki brengsek yang sudah menghamilinya. Aditiya merasa kurang enak disebut brengsek. Sementara Alicia menjawab untuk apa karena semua kekhilafan terjadi karena kesalahannya dan laki-laki itu tak pernah tahu Alicia mengandung anaknya. Indra hanya menyimak. Sementara Shinta terus memprotes dan menyebut lagi laki-laki brengsek. Aditiya tersedak mendengar itu. Indra bertanya pada Alicia apakah sudah bertemu dengan laki-laki itu. Alicia menjawab sudah. Shinta tidak sabaran ingin mengetahui jawaban laki-laki itu. Namun, Alicia menjawab santai kalau dia tidak pernah bercerita dan memberitahukan kalau laki-laki itu sudah bahagia dengan keluarganya, juga dia sudah tidak ada di hatinya. Shinta yang terbawa perasaan, emosi dan menyebut Alicia bodoh karena tidak melaporkan laki-laki itu ke polisi. Aditiya yang tak kuat mendengarnya menghentikan Shinta dan berpamitan pergi.
Aditya melihat keseruan Alicia dan Rara bermain dari lantai atas. Shinta curhat kepada Aditiya tentang Alicia yang harus menderita. Dan lagi Shinta menyebut Aditiya sebagai laki-laki brengsek. Aditiya merasa sakit mendengarnya.
Aditya menelpon ke rumah. Shinta mengangkat teleponnya. Aditiya mematikannya. Itu dua kali dilakukan Aditiya dan selalu Shinta yang mengangkat. Lalu ketiga kalinya, Shinta yang kesal menyuruh Alicia yang mengangkat. Aditiya pun langsung meminta Alicia bertemu dengannya. Alicia dan Aditiya bertemu. Mereka mengingat masa lalu dan mengungkapkan perasaan dengan lagu.
Alicia, Rara dan Shinta bermain tutup mata. Kebetulan Alicia yang jadi. Alicia yang mencari Rara dan Shinta tak sengaja memeluk Aditiya. Setelah membuka tutup mata, Alicia salah tingkah. Indra lalu datang dan menanyakan kenapa mereka belum siap. Padahal akan pergi ke pesta dansa. Di pesta dansa, Shinta dan Indra berdansa. Tak lama diikuti Alicia dan Aditiya. Keduanya menguasai panggung hingga menjadi perhatian. Setelah selesai mereka salah tingkah karena disaksikan banyak orang. Indra dan Shinta bertepuk tangan karena dansa Aditiya dan Alicia begitu bagus. Pulangnya, Shinta memuji Aditiya karena pandai menari. Aditiya menjawab itu karena Alicia.
Alicia gelisah di kamar Rara. Aditiya pun demikian di kamarnya. Aditiya bangun, lalu menemui Alicia yang sudah duduk di ruang tamu. Aditiya mengungkapkan kegelisahan hatinya pada Alicia bahwa selama ini dia merasa bersalah atas segala penderitaan yang sudah Alicia alami. Aditiya menyalahkan dirinya sendiri karena sudah menyelamatkan Alicia, tetapi malah “dimangsanya”. Alicia pun bercerita tentang kemarahan papanya hingga menyuruhnya membuang anaknya. Alicia tak berdaya melawan papanya. Alicia berjuang untuk mencari anaknya. Alicia tak pernah berpikir bahwa anaknya diasuh oleh papanya sendiri. Sementara Aditiya terus-terusan menyalahkan dirinya sendiri dan meminta maaf pada Alicia.
Shinta yang mendengar percakapan Aditiya dan Alicia mengintip dari pintu kamar. Aditiya berdiri dan ingin memberitahukan tentang hubungannya dengan Alicia kepada Shinta. Namun, Alicia mencegahnya. Shinta yang mendengarkan, kemudian melihat Alicia dan Aditiya berpelukan. Shinta berlari mendekat dan memergoki mereka. Alicia dan Aditiya terkejut. Aditiya tidak tahu harus menjelaskan apa. Begitupun dengan Alicia. Shinta yang tidak bisa menahan kemarahannya menyebut Alicia sebagai perempuan jalang dan menyuruh Aditiya mengusir Alicia mala mini juga. Namun, Aditiya menolak dan menginginkan Alicia keluar dengan cara baik-baik. Shinta terus marah karena Aditiya membela Alicia. Aditiya ingin menamparnya, tetapi dicegah Alicia. Shinta pun makin marah pada Alicia.
Aditiya kemudian memberitahukan kepada Shinta, kalau dirinya adalah ayah kandung dari Rara. Shinta makin marah mendengarnya. Shinta berubah seperti orang gila. Shinta ketawa-ketawa sendiri mendengar pernyataan Aditiya. Dengan derai air mata, Shinta mencoba menebak-nebak semua hal dalam tujuh tahun terakhir. Hubungan Alicia dan Aditiya. Aditiya mencoba menenangkan Alicia yang dimabuk amarah. Alicia mencoba menjelaskan. Namun, Shinta yang sangat marah memaki-maki Alicia dengan menyebut perempuan jalang dan mengusirnya.
Suara Rara memanggil Mama lalu menghentikan mereka. Shinta dan Alicia berlari saling mendahului menuju kamar Rara. Sampai di tangga keduanya berhenti. Shinta makin marah karena Alicia seakan tak mau mengalah. Shinta mengamuk dan memilih untuk meninggalkan rumah. Sementara Aditiya tidak bisa mencegahnya.
Shinta mengunjungi rumah Indra. Shinta menceritakan semua yang telah terjadi. Aditiya kemudian menelepon, Indra mengangkatnya. Aditiya ingin berbicara dengan Shinta, tetapi Shinta menolak. Indra membujuk Shinta, Shinta pun berbicara dengan Aditiya dan menyatakan keinginannya untuk bercerai.
Shinta menemui Aditiya di rumah membawakan surat perceraian. Aditiya memohon pada Shinta untuk tidak melakukan ini. Namun, Shinta pergi. Aditiya mengejarnya, tetapi tidak bisa. Malamnya, Shinta berteleponan dengan Rara. Mereka kangen-kangenan. Alicia memperhatikannya.
Alicia menemui Aditiya di ruang tamu. Aditiya curhat tentang Shinta yang meminta cerai. Aditiya menceritakan suka-duka rumah tangganya selama tujuh tahun terakhir. Aditiya tidak bercerai dengan Shinta. Aditiya sangat mencintainya. Alicia hanya mendengarkan.
Di halaman tempat persidangan, Indra terus membujuk Shinta agar jangan melakukan ini. Namun, Shinta tetap diam. Aditiya dan Alicia datang. Tapi Shinta tidak mau bertemu. Alicia mengejar Shinta. Tapi Shinta terus saja memarahinya. Alicia meminta maaf dan menjaskan pada Shinta bahwa dirinya tidak bermaksud merusak rumah tangganya. Alicia sadar, cinta Aditiya hanya untuk Shinta. Aditiya lalu meminta Shinta mempertimbangkan lagi keputusannya. Alicia memohon pada Shinta agar berbaik hati padanya dengan mengizinkannya membawa Rara karena Shinta sudah mendapatkan cinta Aditiya. Aditiya menolak permintaan Alicia. Alicia lalu memohon sama Aditiya. Aditiya pun mengizinkannya. Shinta marah pada Aditiya. Aditiya menyuruh Alicia untuk segera pergi. Shinta menangis di pelukan Aditiya.
Alicia pergi menjemput Rara di sekolahnya dan membawanya.
Shinta dan Aditiya pulang ke rumah. Rara tiba-tiba ada di sana. Shinta memeluknya. Rara menjelaskan kalau sekarang adalah hari ulang tahunnya yang sebenarnya seperti yang dibilang Alicia. mereka kemudian masuk ke dalam. Dekorasi acara ulang tahun yang megah menyambut Rara menjelaskan itu adalah pemberian Alicia. Alicia menitipkan sebuah pesan suara. Shinta mendengarkannya haru. Shinta kemudian meminta Aditiya untuk mengejar Alicia di stasiun. Tanpa pikir panjang, Aditiya berlari pergi menemui Alicia.
Tamat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar