Sinopsis FTV Gentabuana Dua Hati Satu Cinta (Kharisma)


 
sinopsis ftv gentabuana dua hati satu cinta

Dua Hati Satu Cinta, merupakan judul FTV produksi Gentabuana yang ditayangkan 2006 silam oleh stasiun tv Indosiar. Bertabur sederet aktor dan aktris papan atas Gentabuana, seperti Temmy Rahadi, Penty Nurafiani dan bintang lainnya. FTV ini menjadi salah satu dari sekian judul FTV lainnya yang wajib sekali buat ditonton. Alur ceritanya menarik, penuh intrik hingga membuat siapa pun akan terbuai untuk menyaksikan hingga akhir. Keromantisan Temmy dan Penty sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Mengutip dari chanel Youtube milik salah satu pemerannya yaitu, Penty dalam akun yang bernama Penty Nurafiani Official mengatakan bahwa FTV ini adalah salah satu judul FTV-nya yang paling berkesan. Marilah. Silakan dilanjutkan membaca sinopsisnya.

Cerita dan Skenario

Messiah Fajarwati

Cast:

Temmy Rahadi

Penty Nurafiani

Restu Restari

Aris K Yulianto

Nada Asmaya

Piet Ermas

Denia

Lilis Suganda

Candi satrio


Dua Hati Satu Cinta


Kharisma (Penty Nurafiani), hidup bersama ibunya (Denia), di sebuah rumah kontrakan sederhana. Suatu malam, Kharisma berhujan-hujanan mengunjungi rumah mewah milik ayahnya (Piet Ermas), meminta uang untuk berobat ibunya yang sakit dan juga membayar kontrakan yang sudah menunggak tiga bulan. Di sana dia bertemu dengan ibu tirinya, Tante Siska (Lilis Suganda) yang marah-marah padanya karena lantai yang kotor bekas jejak kakinya. Dan kedua saudara tirinya, Gunawan (Aris KY) dan Erika (Restu Restari). 

Ayahnya merasa kasihan pada Kharisma sehingga menyuruh istrinya mengambilkan uang lima ratus ribu. Namun, Kharisma menolak dengan beralasan uang segitu tidak cukup. Ibu tirinya pun memarahi Kharisma yang kemudian disetujui oleh ayahnya. Kharisma pun marah dan memaki ayahnya dengan menyebutnya tidak pantas disebut seorang Ayah karena seorang Ayah tidak mungkin menelantarkan istri dan anaknya. Ayahnya pun marah dan menampar pipi kiri dan kanan Kharisma berulangkali hingga terkapar di lantai. Erika mencoba mencegah, tetapi ibunya mencegah. Kharisma bangkit dan berdiri di hadapan ayahnya dan mengatakan kalau dia akan menganggap ayahnya sudah mati, lalu pergi menerobos hujan besar di luar. Ibu tirinya merasa dan Gunawan tersenyum menang.

Sepanjang jalan Kharisma menangis di bawah guyuran hujan. Ketika sampai di sebuah jembatan, Kharisma sempat ingin membuang diri dari jembatan. Namun urung. Kharisma lalu berdiri di pinggirnya hingga seorang pemuda mengendarai mobil lewat. Melihat Kharisma yang seperti orang frustasi membuatnya mendekat dan langsung memeluknya. Kharisma yang terkejut menamparnya dan bergegas pergi. Pemuda itu pun menjelaskan maksudnya. Namun, Kharisma yang merasa tidak ingin bunuh diri berbalik dan menamparnya lagi dan langsung pergi.

Tiba di rumah, Ibu Kharisma menunggu di ruang tamu. Kharisma langsung memeluknya dan berkata mereka harus lebih kuat dari sebelumnya. Dan anggap saja dia sudah tidak punya Ayah dan Ibunya tak pernah punya suami. Ibunya kemudian melihat pipinya yang memerah bertanya. Namun Kharisma tidak menjawab dan langsung berlari ke kamar. Di kamar Kharisma menangis lagi dan berjanji akan balas dendam pada Tante Siska, Gunawan dan Erika.

Kharisma mencari sahabatnya, Gita (Nada Asmaya) di kampus. Kharisma ingin meminjam uang dua juta. Tapi Gita tidak bisa memberikan karena harus membayar uang kuliahnya. Kharisma pun pamit untuk mencari kerja. Gita pun memberinya semangat dan memberikan uang seratus ribu sebagai bekal.

Kharisma berkeliling dari satu toko ke toko lain. Namun, tidak ada lowongan. Kharisma bahkan sempat diusir Satpam karena memaksa masuk. Dan sempat juga ke sebuah perusahaan. Hampi saja diterima, tetapi bagian itu sudah terisi. 

Malamnya, Kharisma pulang ke rumah dan menemukan rumahnya berantakan karena diobrak-abrik oleh juragan yang punya rumah. Semua isinya dihamburkan ke halaman. Ibunya tergeletak di depan rumah. Kharisma memohon agar jangan mengusir mereka dan memberikan kesempatan untuk membayar. Namun, sang juragan tak peduli. Gita akhirnya datang menyelamatkan dengan menyerahkan uang kepada sang juragan. Kharisma dan ibunya pun tidak jadi diusir. Kharisma berterima kasih kepada Gita. Mereka berpelukan. Mereka pun berberes barang-barang yang berhamburan. Ibunya Kharisma lalu terjatuh. Kharisma dan Gita membopongnya masuk kamar. Setelahnya Kharisma menangis karena merasa tidak sanggup lagi. Namun gita menyemangatinya. 

Di sisi lain, Erika tengah berbahagia karena kedatangan Ivan (Temmy Rahadi) sahabat kakaknya, Gunawan. Diam-diam, sejak lama Erika menyukai Ivan. Dan Ivan pun menyukai Erika juga. Mereka pun pergi berjalan-jalan ke sebuah taman. 

Kharisma terus mencari pekerjaan hingga menemukan sebuah lowongan kerja menjadi pelayan di sebuah Pup yang baru jadi. Masuk ke sana, Kharisma menemukan seseorang yang menyanyi. Kharisma pun menawarkan diri menyanyi dan bisa menyanyi lebih baik kepada pemilik Pup (Candi Satrio). Kharisma pun mulai menyanyi hingga selesai. Pemilik PUP tersebut mengakui suara Kharisma dan bersedia mengontraknya. Namun, Kharisma menolak menjadi penyanyi karena dia datang ingin melamar kerja sebagai pelayan bukan penyanyi. 

Pulangnya, Kharisma menemukan ibunya tengah mencuci pakaian yang banyak. Kharisma pun bertanya itu pakaian siapa. Dan ibunya menjawab pakaian tetanga. Ibunya mencoba peruntungan dari buruh mencuci pakaian tetangga. Kharisma yang kasihan menyuruh ibunya istirahat dan dia yang menggantikan mencuci. Sambil menangis haru melihat ibunya, Kharisma terus menyikat. Sementara ibunya terus mencegahnya dan menyuruhnya makan. Mereka akhirnya beranjak dari Wc menuju ruang tamu. Kharisma pun berjanji akan bekerja keras agar ibunya bahagia. Ibunya kemudian membawakan sepiring nasi. Namun Kharisma menangis, dan mengira ibunya berbohong sudah makan. Ibunya menjelaskan sudah selesai. Tapi Kharisma bersikeras. Kharisma berkata, jika ibunya kuat menahan lapar, maka dia pun kuat. Ibunya tersinggung. Mereka pun berdebat. Hingga akhirnya mereka sama-sama makan dengan saling menyuapi dan sambil menangis.    

Pemandangan berbeda, sarapan mewah di sebuah rumah. Ayah Kharisma datang meletakkan amplop di dekat Gunawan dan menyuruhnya membawakan Kharisma. Gunawan yang mengecek bilang apa tidak salah jumlah segitu diberikan Kharisma. Ayahnya pun marah dan menyadari kesalahannya selama ini. Sarapan paginya pun batal. Gunawan lalu mendatangi rumah Kharisma untuk memberikan uang. Namun, Kharisma menolaknya. Gunawan pun membawa kembali uang itu. Gunawan lalu bertemu dengan Ivan di studio rekaman miliknya dan menceritakan kalau dia dimaki-maki adik dan ayahnya. Ivan pun bertanya, adiknya yang mana. Namun, Gunawan tak mau menjawab.

Di malam pembukaan dan peresmian Pup yang baru jadi, Ivan diundang oleh Om-nya—sang pemilik Pup—untuk datang ke acaranya. Ivan pun mengajak Erika untuk menemaninya. Sementara itu, sebelum kedatangan Ivan dan Erika di Pup tersebut, Kharisma lebih dulu datang dan menerima tawaran sebagai penyanyi. Dengan gayanya yang jutek, pemilik PUP tersebut merasa tertantang dengan Kharisma. Kharisma pun didandani hingga cantik jelita. 

Acara pembukaan dimulai. Ivan dan Erika duduk semeja. Penyanyi pria dan wanita di depan mulai menyanyi sambil menari. Erika yang menandai penyanyi perempuan sebagai saudara tirinya, Kharisma, marah tak terkira. Kemudian setelah selesai acara, Erika dan Ivan menemui Kharisma di meja rias ruangan belakang. Namun, Kharisma menolak hingga terjadi keributan. Ivan berkelahi dengan beberapa orang bodyguard sampai akhirnya Om-nya datang merelai. 

Di depan Pup, Erika meminta Kharisma berhenti menjadi penyanyi di Club malam. Bagaimana perasaan ibunya jika sampai tahu. Kharisma pun mengancam Erika agar tidak buka mulut dan langsung berjalan pergi. Namun, Ivan mengejarnya. Sadarlah Kharisma kalau Ivan adalah pemuda yang ditemuinya di jembatan malam itu. Ivan kini mengerti dengan sifat Kharisma yang jutek dan suka marah-marah. Kharisma kemudian menyetop taksi dan pergi.

Sampai rumah, Kharisma memberi ibunya ayam goreng. Ibunya lahap sekali makan. Kharisma Bahagia sekali melihatnya. Ibunya pun bertanya, Kharisma bekerja sebagai apa. Kharisma pun menjawab berbohong dengan mengatakan kerja di bagian elektronik. Meski ragu karena karyawan bekerja malam, tapi Ibu Kharisma tetap percaya.

Ibunya Kharisma terjatuh di pasar karena tubuhnya lemah. Namun, kebetulan Ivan lewat, kemudian menolongnya. Sampailah Ivan di rumah ibunya Kharisma, tapi dia tidak tahu kalau itu ibu dari Kharisma. Sewaktu Kharisma keluar dan mereka saling pandang, “penyakit” Kharisma kambuh lagi. Kharisma marah-marah dan memukul Ivan dengan kemoceng hingga lebam tangannya. Lalu, menyuruhnya pergi. Namun, setelah ibunya berkata bahwa Ivan yang menolongnya, Kharisma mati kutu. Mau tidak mau Ivan kemudian diajak ke dalam. Ibunya kemudian tahu kalau mereka sudah saling kenal. Ivan pun bercerita kalau Kharisma adalah gadis yang suka marah-marah. Ibunya ke luar mengambilkan minum. Sementara Kharisma mengobati punggung tangan Ivan yang lebam dipukulnya. Ivan meringis kesakitan. Sedang Kharisma senang melihat Ivan kesakitan. Mereka pun diam-diam saling menyenangi.

Erika kemudian datang hendak bertemu Kharisma. Namun, mendadak urung masuk sewaktu melihat Ivan dan Kharisma di dalam. Erika bertahan di sisi pintu. Kemudian mendengar perkataan Ivan kalau dia rela terus dipukuli Kharisma asalkan menjdadi miliknya selamanya. Mendengar itu Erika kecewa dan bersedih hati. Ibu Kharisma kemudian melihat Erika menangis, lalu memanggilnya. Erika pun buru-buru pergi. Ivan dan Kharisma tersadar ada Erika. Mereka pun ikut keluar mengejar Erika. Namun Erika sudah jauh. Menyadari Erika cemburu melihatnya degan Ivan, Kharisma bersorak dalam hati. Dan terlintas di hatinya untuk menjadikan Ivan sebagai alat balas dendam. Yang pertama pada Erika. 

Di rumah Erika menangis. Erika menemui ibunya dan bertanya apa yang akan dilakukan ketika orang lain merebut kekasihnya. Ibunya pun dengan semangat mengatakan akan merebutnya kembali. Seperti dia merebut ayahnya Kharisma dari ibunya. Ibu Erika pun bertanya apa ini ada hubungannya dengan Ivan. Namun, Erika segera masuk kamar. 

Malam itu, Kharisma menyanyi lagi di Pup tempatnya bekerja. Ivan yang antusias memasuki bangunan Pup. Tanpa sengaja Tante Siska yang naik taksi lewat di depan Pup dan melihat Ivan. Tante Siska pun membuntuti Ivan diam-diam. Di dalam Pup, Tante Siska berjaga-jaga, takut ketahuan Ivan. Di panggung depannya, Kharisma mulai menyanyi dan menari. Tante Siska yang melihatnya pun langsung emosi. 

Setiba di rumah, Tante Siska menceritakan apa yang dilihatnya di Pup, bahwa Kharisma bekerja di sana sebagai penyanyi. Ayahnya Kharisma pun marah tak terkira.

Kharisma baru pulang dengan riang setelah bertemu Ivan. Namun, Kharisma terkejut ketika menemukan ayahnya tengah memukuli ibunya yang sakit-sakitan sampai tersungkur ke lantai. Kharisma pun marah dan mencaci-maki ayahnya. Namun, ayahnya hanya berdiam. Kharisma lalu menghampiri ibunya. Tapi ibunya menolak disentuh olehnya dan langsung menamparnya. Kemudian menjelaskan bahwa dia tidak sudi makan dari hasil Kharisma bekerja sebagai wanita penghibur di club malam. Ibunya pun meninggalkannya masuk ke kamar. Kharisma kemudian melampiaskan kekesalan pada ayahnya. Namun, ayahnya tidak merespons dan langsung pergi.

Pulangnya, Ayah Kharisma merasa bersedih. Erika lalu mengajaknya makan malam bersama. Namun, dia menolak. Ayah Kharisma pun bercerita pada Erika kalau Kharisma pantas membencinya karena dia adalah penyebab segala penderitaannya. 

Kharisma kemudian berhenti bekerja sebagai penyanyi di Pup itu. Ibunya kembali bekerja sebagai tukang cuci pakaian tetangga. Kharisma memohon ampun kepada ibunya dan berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi. Ibunya pun memaafkannya. Mereka saling menangisi di depan wc. Suara klakson mobil kemudian terdengar. Itu adalah mobilnya Ivan. Mereka bergegas menemui Ivan. Ivan datang membawa kabar baik, kalau dia akan merekrut Kharisma untuk menjadi penyanyi di studio rekaman miliknya.

Kharisma bersiap pergi dengan Ivan. Sampai di studio rekaman, Kharisma malah bertemu dengan Gunawan. Mereka pun bertengkar. Gunawan menghina dan menampar Kharisma sehingga menyulut emosi Ivan dengan menghajar Gunawan hingga hidungnya berdarah. Proses rekaman pun gagal. Mereka semua bubar. Gunawan hendak pergi. Kharisma dan Ivan pun begitu. Namun, mendadak kunci mobil Ivan ketinggalan di dalam sehingga Ivan kembali masuk. Momen itu dimanfaatkan Kharisma untuk memanasi Gunawan. Dia bilang kalau dia hanya berpura-pura mencintai Ivan hanya untuk balas dendam dan melihat Erika sakit hati. Ivan yang sudah ada di belakangnya pun mendengar. Ivan pun kecewa kepada Kharisma. Kharisma mencoba menjelaskan, tetapi Ivan sudah terlanjur kecewa dan menyebutnya gadis yang jahat. Ivan meninggalkan Kharisma sendiri.Tanpa sadar air mata Kharisma menetes. Saat itulah Kharisma menyadari dirinya jatuh cinta sungguhan pada Ivan. 

Malamnya hujan besar. Kharisma hujan-hujanan menunggu Ivan pulang di depan rumahnya. Namun, Ivan yang terlanjur kecewa tidak memperdulikannya. Dia hanya melihat Kharisma dari balik kaca mobil tanpa perlu menghampiri. Kharisma menangis sejadi-jadinya. Kharisma kemudian pulang. Ibunya sudah menunggu khawatir di teras rumah. Dia bercerita pada ibunya kalau dia yang berniat balas dendam pada Erika, tetapi malah dia sendiri yang terjebak. Kharisma lalu pingsan.

Erika disuruh kakaknya, Gunawan untuk menjenguk Ivan. Sesampainya di rumah Ivan, Erika menemukan Ivan habis minum berbotol-botol minuman keras. Menyadari Erika yang datang, Ivan pun langsung bertanya, apakah Erika mau menikah dengannya. Erika menyetujuinya.

Ivan datang ke rumah Kharisma menghantarkan surat undangan tunangannya dengan Erika. Kharisma menemui Ivan dengan wajah pucat dan mata berlingkar hitam. Ivan merasa kasihan, tetapi berusaha tak peduli.

Kharisma memenuhi undangan Ivan mendatangi pesta pertunangannya, mengenakan gaun merah, baju terbaiknya. Ayahnya lebih dulu menyambut dan menanyakan kado dirinya untuk Erika. Namun, Kharisma menjawab Erika sudah punya segalanya. Kharisma kemudian menyalami Ivan. Kharisma tidak bisa menahan air mata. Ivan pun sama sedihnya. Kharisma lalu diminta ayahnya menyanyi. Kharisma menyanggupi. Lagu yang sangat sedih dibawakan Kharisma, tentang kenapa harus berjumpa dengan seseorang jika akhirnya harus berpisah. Lirik yang menyentuh dan suara Kharisma yang indah menyentuh hati setiap orang. Setelah lagunya selesai, Kharisma langsung bergegas pergi. Ivan yang sudah tidak tahan lagi dan tak bisa membohongi hati ingin berlari mengejar Kharisma. Namun, dicegah oleh Gunawan. Erika lalu maju dan mengikhlaskan kepergian Ivan mengejar Kharisma. Erika memberikan cincin pertunangannya kepada Ivan untuk diberikan kepada Kharisma. Erika menangis. Meskipun berat, tetapi dia mencoba ikhlas demi Kharisma. Karena Erika juga tahu bahwa cinta Ivan sejak semula hanya untuk Kharisma. Tanpa menunggu apa pun lagi, Ivan mengejar Kharisma. Ivan mencari Kharisma di rumahnya. Namun, hanya ibunya yang ditemukannya dan berkata Kharisma belum pulang dari tadi.

Ivan lalu menemukan Kharisma di jembatan tempat mereka bertemu pertama dulu. Kharisma sudah bersiap untuk meloncat dari jembatan. Sedetik saja Ivan terlambat, Kharisma sudah terjatuh ke sungai. Beruntungnya, Ivan bisa memegang tangan Kharisma dan berhasil mengangkatnya ke atas jembatan. Kharisma menangis dan memaki-maki Ivan. Ivan kemudian menjelaskan semuanya dan memberikan cincin Erika untuk dirinya. Mereka pun berpelukan. 



Tamat


NB: Daftar lagu FTV ini
  1. Kharisma Sayang
  2. Kini Aku Sendiri
  3. Mengapa Harus Jumpa
  4. Cara-cara
  5. Sesuap Nasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar