Sinopsis Buku Harian Seorang Istri, 12 Maret 2021, Episode 90




Kevin akhirnya mengetahui jika Mama angkatnya, Bu Nisa, pernah punya anak sebelumnya. Dan, dia pun berniat membantu mencarinya. Sementara itu, Zaki diberitahu anak buahnya, bahwa Nana dan Dewa diculik lagi.

Di Villa, anggota keluarga Buwana mengkhawatirkan keselamatan Nana dan Dewa. Hingga Nenek ratu pun hampir kumat penyakitnya. Bu Farah pun memerintahkan Zaki mencari Nana dan Dewa. Tapi setelahnya harus kembali ke Jakarta untuk melaksanakan tugas yang pernah diberikan, yaitu menculik Ibu dari Kevin Arganta.

Di toilet Kantor Buwana Corp, Aliya mengecek kehamilan menggunakan tespek tanpa tahu Roni diam-diam menunggu di luar buat memastikan Aliya benar hamil atau tidak. Takut ketahuan, Roni pun memikirkan ide. Dia lalu pergi untuk menyalakan api, lalu mendekatkannya ke alat pengingat kebakaran hingga berbunyi dan membuat orang berhamburan keluar tanpa terkecuali Aliya. Di situlah Roni melancarkan aksinya untuk menukar tespek Aliya dengan tespek yang dipungutnya di bak sampah milik istri seorang OB. Aliya yang melihat setelah kembali lagi terkejut. Dan langsung mengira dia hamil anak Dewa.

Di tempat lain, Pasha mecari Nana dan Dewa ke hutan. Namun, bukannya mereka berdua yang ditemukan, malah Toni dan anak buahnya. Pasha dikeroyok dan hampir kalah. Tapi, beruntungnya Zaki keburu datang membantu. Pasha dan Zaki pun bersama mencari Nana. Mereka menuju ke arah yang dituju Pasha karena sempat melihat kuda milik Dewa dan Nana. Di waktu yang bersamaan Dewa terus mencari Nana. Dan akhirnya menemukannya di jurang dalam keadaan pingsan. Langit mendung, Dewa membawa Nana ke sebuah pondok sederhana di hutan sambil terus bersembunyi karena anak buah kevin masih berkeliaran mencari mereka.

Aliya lalu pulang. Dan tiba di rumah, Aliya pingsan. Bu Nawang yang menolong membawa ke kamar. Mendapati baju Aliya yang lembab, Bu Nawang berniat mengganti. Tapi keanehan terjadi padanya ketika menemukan pembalut di lemari tidak terpakai. Dia pun curiga kalau aliya hamil. Dan langsung menduga anaknya Dewa. Bu Nawang pun bertanya pada Aliya, tetapi Aliya menyembunyikannya.

Di hutan, Nana belum sadar. Dewa mencoba menelpon orang rumah, tetapi tidak ada signal. Dewa pun memilih untuk mengobati luka Nana dan menyalakan api unggun. Lalu, mencarikan buah di sekitar sana.

Pasha dan Zaki pulang ke Villa dan memberitahukan kegagalan mereka menemukan Nana dan Dewa. Semua anggota keluarga itu pun makin khawatir ditambah dengan cuaca yang hujan dan badai petir. Pasha dan Zaki mencoba menenangkan keluarga itu dengan mengajak berpikir positif dan mencari cara buat menemukan Nana dan Dewa.

Aliya duduk di taman dan terus memikirkan hasil tespeknya. Dia menelpon Dewa, tetapi tidak aktif. Aliya pun mengkhayalkan Nana dan Dewa sedang beradegan romantis.

Di Villa semua orang makin khawatir. Mereka pun berdebat akhirnya. Nenek Ratu mau Bu Farah menelpon polisi, tetapi Bu Farah menolak. Dia percaya Pasha dan Zaki dan tidak ingin gegabah pada musuh keluarga Buwana, Kevin Arganta. Pasha dan Zaki yang terus mencari Nana berlindung di sebuah gubuk sederhana di hutan.

Sementara itu, di hutan hujan deras dan badai petir. Nana akhirnya sadar dalam pelukan Dewa. Petir tiba-tiba menggelegar, Nana ketakutan. Namun rengkuhan Dewa menenangkannya. Mereka terjebak di tengah hutan dan tak bisa kembali ke Villa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar