Kevin
akhirnya mengetahui jika Mama angkatnya, Bu Nisa, pernah punya anak sebelumnya.
Dan, dia pun berniat membantu mencarinya. Sementara itu, Zaki diberitahu anak
buahnya, bahwa Nana dan Dewa diculik lagi.
Di
Villa, anggota keluarga Buwana mengkhawatirkan keselamatan Nana dan Dewa. Hingga
Nenek ratu pun hampir kumat penyakitnya. Bu Farah pun memerintahkan Zaki
mencari Nana dan Dewa. Tapi setelahnya harus kembali ke Jakarta untuk
melaksanakan tugas yang pernah diberikan, yaitu menculik Ibu dari Kevin
Arganta.
Di
toilet Kantor Buwana Corp, Aliya mengecek kehamilan menggunakan tespek tanpa
tahu Roni diam-diam menunggu di luar buat memastikan Aliya benar hamil atau tidak.
Takut ketahuan, Roni pun memikirkan ide. Dia lalu pergi untuk menyalakan api,
lalu mendekatkannya ke alat pengingat kebakaran hingga berbunyi dan membuat
orang berhamburan keluar tanpa terkecuali Aliya. Di situlah Roni melancarkan
aksinya untuk menukar tespek Aliya dengan tespek yang dipungutnya di bak sampah
milik istri seorang OB. Aliya yang melihat setelah kembali lagi terkejut. Dan
langsung mengira dia hamil anak Dewa.
Di
tempat lain, Pasha mecari Nana dan Dewa ke hutan. Namun, bukannya mereka berdua
yang ditemukan, malah Toni dan anak buahnya. Pasha dikeroyok dan hampir kalah. Tapi,
beruntungnya Zaki keburu datang membantu. Pasha dan Zaki pun bersama mencari Nana.
Mereka menuju ke arah yang dituju Pasha karena sempat melihat kuda milik Dewa
dan Nana. Di waktu yang bersamaan Dewa terus mencari Nana. Dan akhirnya
menemukannya di jurang dalam keadaan pingsan. Langit mendung, Dewa membawa Nana
ke sebuah pondok sederhana di hutan sambil terus bersembunyi karena anak buah
kevin masih berkeliaran mencari mereka.
Aliya
lalu pulang. Dan tiba di rumah, Aliya pingsan. Bu Nawang yang menolong membawa
ke kamar. Mendapati baju Aliya yang lembab, Bu Nawang berniat mengganti. Tapi keanehan
terjadi padanya ketika menemukan pembalut di lemari tidak terpakai. Dia pun
curiga kalau aliya hamil. Dan langsung menduga anaknya Dewa. Bu Nawang pun
bertanya pada Aliya, tetapi Aliya menyembunyikannya.
Di
hutan, Nana belum sadar. Dewa mencoba menelpon orang rumah, tetapi tidak ada
signal. Dewa pun memilih untuk mengobati luka Nana dan menyalakan api unggun. Lalu,
mencarikan buah di sekitar sana.
Pasha
dan Zaki pulang ke Villa dan memberitahukan kegagalan mereka menemukan Nana dan
Dewa. Semua anggota keluarga itu pun makin khawatir ditambah dengan cuaca yang
hujan dan badai petir. Pasha dan Zaki mencoba menenangkan keluarga itu dengan
mengajak berpikir positif dan mencari cara buat menemukan Nana dan Dewa.
Aliya
duduk di taman dan terus memikirkan hasil tespeknya. Dia menelpon Dewa, tetapi
tidak aktif. Aliya pun mengkhayalkan Nana dan Dewa sedang beradegan romantis.
Di
Villa semua orang makin khawatir. Mereka pun berdebat akhirnya. Nenek Ratu mau
Bu Farah menelpon polisi, tetapi Bu Farah menolak. Dia percaya Pasha dan Zaki
dan tidak ingin gegabah pada musuh keluarga Buwana, Kevin Arganta. Pasha dan
Zaki yang terus mencari Nana berlindung di sebuah gubuk sederhana di hutan.
Sementara
itu, di hutan hujan deras dan badai petir. Nana akhirnya sadar dalam pelukan
Dewa. Petir tiba-tiba menggelegar, Nana ketakutan. Namun rengkuhan Dewa menenangkannya.
Mereka terjebak di tengah hutan dan tak bisa kembali ke Villa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar