Laporan Tetap Praktikum
ANATOMI
& FISIOLOGI MANUSIA
ACARA I
SISTEM
RANGKA MANUSIA
OLEH :
NAMA : SUDIANTO
NIM : 190104013
SEMESTER/KELAS : VI/A
LABORATORIUM
TADRIS IPA
BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN (FTK)
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MATARAM
2022
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Tubuh
manusia terdiri dari berbagai sistem, salah satunya adalah sistem rangka. Kerangka
manusia tersusun atas tulang- tulang baik tulang yang panjang maupun tulang
yang pendek. Tulang-tulang tersebut membentuk rangka dalam (endoskeleton).
Endoskeleton terbagi atas dua bagian yaitu rangka sumbu (aksial) dan rangka
anggota apendikular. Rangka aksial meliputi engkorak, tulang belakang, tulang
dada dan tulang rusuk. Sedangkan rangka anggota meliputi gelang bahu, gelang
pinggul dengan rangka anggota dalam. Sistem rangka merupakan suatu sistem yang
dibangun oleh struktur- struktur keras dari tubuh yang sifatnya menyokong dan
melindungi. Sistem ini meliputi eksoskeleton, dan endoskeleton.
Sistem
rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk
hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan
basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat
pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya
struktur penunjang.
Adapun
hal yang melatarbelakangi sehingga praktikum ini diadakan adalah untuk
mengetahui lebih jelas mengenai kerangka tubuh pada menusia beserta
bagian-bagiannya.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana
jenis dan jumlah tulang penyusun rangka manusia (rangka aksial dan
apendikular)?
2.
Bagaimana bentuk persendian dan mekanismenya?
3.
Bagaimana
morfologi sendi synovial?
C.
Tujuan
1.
Untuk
menganalisis jenis dan jumlah tulang penyusun rangka manusia (rangka aksial dan
apendikular)
2.
Untuk
membandingkan bentuk persendian dan mekanisme kerjanya
3.
Untuk
menganlisis morfologi sendi synovial
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Sistem rangka adalah
suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka
umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka
hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan
secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.
Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak)
yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ
lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, walaupun jumlah ini
dapat bervariasi antara individu. Rangka tubuh manusia dikelompokkan atas dua
bagian yaitu skeleton aksial. Terdiri atas sekelompok tulang yang menyusun
poros tubuh dan memberikan dukungan dan perlindungan pada organ dikepala, leher
dan badan. Tulang tengkorak merupakan tulang yang menyusun kerangka kepala.
Tulang tengkorak tersusun atas 8 buah tulang yang menyusun kepala dan empat
belas tulang yang menyusun bagian wajah. Tulang tengkorak bagian kepala
merupakan bingkai pelindung dari otak. Sendi yang terdapat diantara tulang
tengkorak merupakan sendi mati yang disebut sutera (Ayub, 2008).
Red Bone Marrow. Sumsum
merah tersusun dari jaringan fibrosa yang halus dan sangat vaskular yang
mengandung sel induk. Sel punca ini menghasilkan komponen seluler termasuk sel
darah merah, sel darah putih, dan platelet untuk memenuhi persyaratan
oksigenasi, koagulasi dan kekebalan pada organisme. Sumsum tulang merah juga
berkontribusi terhadap penghancuran sel darah merah tua di tubuh. Saat lahir,
hanya sumsum merah yang ada di dalam tubuh. Namun, dengan kelahiran, konversi
sumsum merah ke sumsum kuning segera dimulai dan ia berkembang dari bagian
periferal ke bagian tengah kerangka. Pada vertebrata yang lebih tinggi seperti
mamalia, pembentukan darah pada orang dewasa terjadi terutama di sumsum tulang
merah. Namun pada vertebrata yang lebih rendah, sejumlah organ lain seperti
hati dan limpa juga bisa menghasilkan sel darah. (Ariosta, 2016; vol 1.
Nomer 3)
Yellow bone marrow adalah
sumsum tulang yang diisi dengan lemak. Ini terutama terjadi di rongga sumsum
tulang panjang. Sumsum tulang merah di rongga sumsum digantikan oleh sumsum
tulang kuning pada usia lima tahun. Lemak disimpan dalam adiposit dan dapat
digunakan saat lapar. Lemak di sumsum tulang kuning adalah sumber energi tubuh
yang terakhir. Dalam situasi seperti kehilangan banyak darah, sumsum tulang
kuning mampu mengubah sumsum tulang merah untuk menghasilkan sel darah. Sumsum
tulang kuning juga dapat diubah menjadi tulang rawan dan tulang kompak. (Joseph
L. Schwind. 2015;
Vol 5, no 7)
Osteoarthritis adalah
bentuk arthritis yang paling umum, mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.
Ini terjadi ketika tulang rawan pelindung yang menjadi bantalan ujung tulang
aus seiring waktu. Meskipun osteoartritis dapat merusak sendi mana pun,
gangguan ini paling sering menyerang sendi di tangan, lutut, pinggul, dan
tulang belakang. Gejala osteoartritis biasanya dapat diatasi, meskipun
kerusakan pada persendian tidak dapat dipulihkan. Tetap aktif, menjaga berat
badan yang sehat dan menerima perawatan tertentu dapat memperlambat
perkembangan penyakit dan membantu meningkatkan rasa sakit dan fungsi sendi. (Mansjoer,
2000).
Sendi sinovial adalah
sendi yang gerakannya bebas, merupakan bagian terbesar dari sendi pada tubuh
orang dewasa. Contohnya sendi bahu dan panggul, siku dan lutut, sendi pada
tulang-tulang jari tangan dan kaki, pergelangan tangan dan kaki. Cairan
sinovial dibentuk dari ultrafiltrasi dari plasma darah yang mengalir melewati
membran fenestra. Membran fenestra merupakan suatu membran yang memiliki
permeabilitas tinggi terhadap cairan dan terletak pada sisi yang menghadap
cavum sinovial. Ketidakseimbangan pada tekanan Starling yang lewat melintasi
membran fenestra ini mengakibatkan ultrafiltrasi plasma darah dalam pembentukan
cairan synovial. (Ross,
2011).
BAB
III
METODOLOGI
A.
Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Kamis, 14 April 2022
Waktu : 10.00 – selesai
Tempat : Laboratorium Riset Tadris IPA
Biologi
B.
Alat
dan Bahan
1.
Alat
a.
Gergaji
b.
Alat
tulis
2.
Bahan
a.
Buku
lembar kerja
b.
Torso
rangka manusia
c.
Femur/tibia
sapi
C.
Cara
Kerja
1.
Menyiapkan
lembar kerja topik rangka manusia
2.
Menganalisis
torso model rangka manusia dengan saksama, lalu membandingkan mekanisme kerja
berbagai persendian
3.
Menggergaji
tulang femur atau tibia sapi
4.
Menganlisis
struktur tulang tersebut
BAB
IV
PEMBAHASAN
A.
Hasil
Pengamatan
1.
Gambar
Hasil Pengamatan
|
No. |
Gambar |
Keterangan |
|
1. |
|
Tulang femur |
|
2. |
|
Sendi Sinovial
|
|
3 3. |
|
Torso manusia |
2.
Tabel
Hasil Pengamatan
a.
Rangka
aksial
1)
Tulang
tengkorak (cranium)
|
No. |
Nama Tulang |
Jumlah |
|
|
|
Indonesia |
Latin |
|
|
1. |
Tulang dahi |
Os. frontale |
1 |
|
2. |
Tulang ubun-ubun |
Os. parietale |
2 |
|
3. |
Tulang kepala belakang |
Os. occipital |
1 |
|
4. |
Tulang baji |
Os.
sphenoidale |
2 |
|
5. |
Tulang pelipis |
Os. Temporal |
2 |
|
6. |
Tulang tapis |
Os. etmoidale |
2 |
|
7. |
Tulang rahang atas |
Os. Maxilla |
2 |
|
8. |
Tulang rahang bawah |
Os. Mandibula |
2 |
|
9. |
Tulang pipi |
Os. zygomaticum |
2 |
|
10. |
Tulang langit-langit |
Os. Pallatum |
2 |
|
11. |
Tulang hidung |
Os. Nasalle |
2 |
|
12. |
Tulang mata |
Os. laxamile |
2 |
|
13. |
Tulang lidah |
Os. hyoideum |
1 |
|
14. |
Tulang air mata |
Os. lacrimale |
2 |
|
15. |
Tulang rongga mata |
Os. orbitale |
2 |
2)
Tulang belakang
|
No. |
Nama tulang |
|
|
|
|
Indoenesia |
latin |
Jumlah
|
|
1. |
Tulang leher |
Os. Vertebrae certical |
7 |
|
2. |
Tulang punggung |
Os. Vertebrae thoracalis |
12 |
|
3. |
Tulang pinggang |
Os. Vertebrae lumbalis |
5 |
|
4. |
Tulang kelangka |
Os. Vertrbrae cacrum |
5 |
|
5. |
Tulang ekor |
Os. Vertebrae concigeus |
4 |
3)
Tulang rusuk
|
No. |
Nama tulang |
Jumlah |
|
|
|
Indoenesia |
Latin |
|
|
1. |
Tulang
rusuk sejati |
Os.
Costae vera |
7
pasang (13 |
|
2. |
Tulang
rusuk palsu |
Os.
Costae sporia |
3
pasang (6) |
|
3. |
Tulang
rusuk melayang |
Os.
Costae fluctuantes |
2
pasang (4) |
4)
Tulang dada
|
No.
|
Nama tulang |
Jumlah
|
|
|
|
|
|
|
|
1. |
Tulang
hulu |
Os.
Manubrium sterni |
1 |
|
2. |
Tulang
badan |
Os.
Costae sporia |
1 |
|
3. |
Tulang
pedang |
Os.
Proceccus xypoiedeus |
1 |
b.
Rangka appendicular
1.
Tulang
anggota gerak atas
|
No.
|
Nama tulang |
Jumlah
1 |
|
|
|
Indonesia
|
Latin |
|
|
1. |
Tulang
lengan atas |
Os.
Humerus |
2 |
|
2. |
Tulang
hasta |
Os.
Ulna |
2 |
|
3. |
Tulang
pengumpil |
Os.
Radius |
2 |
|
4. |
Tulang
pergelangan tangan |
Os.
Carpal |
16 |
|
5. |
Tulang
telapak tangan |
Os.
Metacarpal |
10
|
|
6. |
Tulang
jari tangan |
Os.
Phalanges |
28 |
|
7. |
Tulang
selangkang |
Os.
Klavikula |
2 |
2.
Tulang anggota gerak bawah
|
No. |
Nama tulang |
Jumlah
|
|
|
|
Indonesia
|
Latin
|
|
|
1. |
Tulang
paha |
Os.
femur |
2 |
|
2. |
Tulang
tempurung lutut |
Os.
Patella |
2 |
|
3. |
Tulang
kering |
Os.
Tibia |
2 |
|
4. |
Tulang
betis |
Os.
Fibula |
2 |
|
5. |
Tulang
telapak kaki |
Os.
metatarsal |
10 |
|
6. |
Tulang
pergelangan kaki |
Or.
Tarsal |
14 |
|
7. |
Tulang
jari kaki |
Os.
Phalanges |
28 |
|
8. |
Tulang
koksa |
Os.
Inomist |
2 |
B. Analisis ProsedurAnalisis Prosedur
Pertama-tama menganalisis jenis dan jumlah tulang
penyusun rangka manusia, yaitu rangka aksial dan rangka apendikular. Kemudian
menyebutkan bagian-bagian dari kedua penyusun rangka tersebut. Selanjutnya,
membandingkan bentuk persendian dan mekanisme kerjanya bagaimana. Berikutnya,
menganalisis morfologi sendi synovial. Dan terakhir, nencatat hasilnya.
C.
Pembahasan
Sistem rangka manusia terdiri atas dua bagian, yaitu
rangka aksial dan rangka apendikular. Rangka aksial adalah rangka sumbu tubuh.
Terdiri dari tengkorak (cranium), tulang belakang (columna vertebralis), tulang
rusuk (costa), dan tulang dada (sternum). Rangka apendicular adalah rangka
tambahan yang terdiri dari tulang gelang bahu (gelang pectoral) dengan anggota
badan depan dan gelang pinggul (gelang pelvic) dengan anggota belakang, anggota
gerak atas, dan anggota gerak bawah.
Bagian-bagian rangka aksial. Tulang tengkorak, terdiri
atas, tempurung otak, tulang pelipis, tulang pipi, tulang dahi, rahang atas dan
rahang bawah. Tulang belakang, terdiri dari ruas-ruas tulang belakang,
memanjang dari pangkal leher hingga ke tulang ekor. Ruas tulang belakang
terdiri atas 33 ruas tulang, yang terbagi menjadi lima bagian, yaitu tujuh ruas tulang leher, dua belas tulang
punggung, lima ruas tulang pinggang, lima ruas tulang kelangkang, dan tulang
ekor sebanyak empat ruas. Tulang rusuk terdiri dari tiga jenis, yaitu sejati,
palsu dan melayang. Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang, tulang rusuk
palsu berjumlah tiga pasang dan tulang rusuk melayang berjumlah dua pasang. Tulang
dada terdiri dari tulang tulang kepala atau hulu, tulang badan dan tulang
pedang.
Bagian-bagian rangka appendicular. Tulang gelang bahu
terdiri dari dua tulang belikat, dan dua tulang selangka. Tulang gelang panggul
terdiri dari dua tulang duduk, dua tulang kemaluan, dan dua tulang pinggul atau
usus. Anggota gerak atas adalah tangan, yang terdiri dari tulang lengan,
tempurung siku, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang telapak tangan dan
tulang jari-jari tangan. Setiap jari memiliki 3 ruas, kecuali jempol yang hanya
memiliki 2 ruas. Aggota gerak bawah adalah kaki, terdiri dari tulang paha,
tulang tempurung lutut, tulang kering, tulang betis, tulang tumit, tulang
telapak kaki dan tulang jari-jari kaki.
Pada tulang femur atau tibia terdapat sendi synovial
di ujung pangkal tulang yang berfungsi menghubungkan tulang paha dengan
tempurung lutut. Kemudian pada bagian dalam tulang femur terdapat bagian yang
disebut yellow merrow dan red merrow. Yellow merrow merupakan
tempat pembentukan lemak dan pembuluh sel darah putih ditandai dengan bagian
yang lembut di bagian tengah tulang. Sedangkan red merrrow merupakan
tempat pembentukan sel darah merah ditandai dengan bagian tulang yang berwarna
merah berbentuk seperti serabut kasar.
Kelainan pada tulang salah satunya adalah
osteoarthritis. Osteoarthritis adalah menipisnya tulang
kartilago yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin dan
trauma. Osteoarthritis paling rentan terjadi pada perempuan. Disebabkan
karena kurangnya aktivitas perempuan dibandingkan laki-laki dan juga karena
pengaruh melahirkan. Osteoarthritis tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat
dicegah dengan sering berkativitas dan berjemur di pagi hari, serta memakan
makanan yang banyak mengandung kalsium.
Sendi
sinovial adalah sendi yang dapat digerakkan secara bebas. Sendi
utama kerangka appendicular (termasuk lengan, tangan, kaki, kaki) adalah sendi
sinovial. Beberapa
sendi sinovial lebih rumit daripada yang lain. Misalnya, sendi
metacarpophalangeal (jari), di atas kanan. Sendi sinovial yang lebih
rumit dapat melibatkan dua atau lebih tulang, dapat mencakup tulang sesamoid,
misalnya patela pada sendi lutut, dapat mencakup bursae, dan dapat mencakup
ligamen aksesori. Sendi sinovial diklasifikasikan menjadi enam kategori
berbeda, berdasarkan bentuk dan struktur sendi. Bentuk sendi mempengaruhi
jenis gerakan yang diperbolehkan oleh sendi. Sendi ini dapat digambarkan
sebagai planar, engsel, pivot, condylar, sadel, atau bola. Enam jenis sendi
sinovial memungkinkan tubuh bergerak dalam berbagai cara.
BAB
V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Sistem rangka manusia terbagi menjadi dua, yaitu
rangka aksial dan rangka apendikular. Rangka aksial adalah rangka sumbu tubuh.
Terdiri dari tengkorak (cranium), tulang belakang (columna vertebralis), tulang
rusuk (costa), dan tulang dada (sternum). Rangka apendicular adalah rangka
tambahan yang terdiri dari tulang gelang bahu (gelang pectoral) dengan anggota
badan depan dan gelang pinggul (gelang pelvic) dengan anggota belakang, anggota
gerak atas, dan anggota gerak bawah.
Pada femur sapi terdapat sendi synovial yang berfungsi
menghubungkan femur dengan tempurung lutut. Bagian anatominya terdapat yellow
merrow dan red merrow.
Kelainan pada tulang ada banyak sekali. Salah satunya
adalah osteoarthritis. Osteoarthritis adalah menipisnya tulang kartilago yang
disebabkan oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin dan trauma.
B.
Saran
Untuk kakak-kakak Co. Asisten, bersabarlah dalam
mengajari adik tingkatnya yang belum paham cara membuat laporan yang baik dan
benar. Ketika praktikum jelaskanlah materinya dengan jelas agar kami bisa paham
dengan apa yang dipelajari.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar