MAKALAH
ANATOMI
& FISIOLOGI MANUSIA
SISTEM
KARDIOVASKULER

Dosen Pengampu:
Mukminah, M. P. H.
OLEH:
Kelompok I
1. EKA
AULIA (190104001)
2.
BUNGA ADELIANA LESTARI (190104002)
3.
SUDIANTO (190104013)
4.
WAHIDATUL ARYANI (190104019)
5.
AMALIA ANISA ERFAN (190104021)
JURUSAN
PENDIDIKAN IPA BIOLOGI
FAKULTAS
TARBIYAH DAN KEGURUAN (FTK)
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI (UIN)
MATARAM
2022
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya karena
penulis telah menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Sholawat serta
salam kita junjungkan kepada Nabi Muhammad Saw. yang telah membimbing kita dari
jalan berliku-liku menuju jalan yang lurus.
Terimakasih kepada orang
tua yang selalu mendukung dalam membuat tugas-tugas, kepada dosen yang telah
membimbing, serta rekan-rekan lainnya yang turut membantu hingga makalah ini
bisa terselesaikan.
Dalam penyusunan makalah
ini kami menyadari masih banyak kekeliruan dan kekurangannya, untuk itu kritik
dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi para pembaca serta semua pihak yang
membutuhkan.
Mataram, Maret 2022
Penulis
DAFTAR ISI
A. Definisi
Sistem Kardiovaskuler
B. Komponen
sistem kardiovaskuler
2. Pembuluh darah atau sirkulasi darah
C. Anatomi
Sistem Kardiovaskuler
D. Fungsi
Sistem Kardiovaskuler
2. Transportasi oksigen, nutrisi, hormone, dan sisa metabolisme
3. Transportasi dan distribusi panas tubuh
4. Pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit
E. Mekanisme
Pengaturan Sistem Kardiovaskuler
1. Mekanisme Pengaturan Jantung
2. Mekanisme pengaturan vaskuler
F. Kelainan
Pada Sistem Kardiovaskuler
BAB I
PENDAHULUAN
Kardiovaskuler
terdiri dari dua suku kata yaitu cardiac dan vaskuler. Cardiac yang berarti
jantung dan vaskuler yang berarti pembuluh darah. Dalam hal ini mencakup sistem
sirkulasi darah yang terdiri dari jantung komponen darah dan pembuluh darah.
Pusat peredaran darah atau sirkulasi darah ini berawal dijantung, yaitu sebuah
pompa berotot yang berdenyut secara ritmis dan berulang 60-100x/menit. Setiap
denyut menyebabkan darah mengalir dari jantung, ke seluruh tubuh dalam suatu
jaringan tertutup yang terdiri atas arteri, arteriol, dan kapiler kemudian
kembali ke jantung melalui venula dan vena.
Dalam
mekanisme pemeliharaan lingkungan internal sirkulasi darah digunakan sebagai
sistem transport oksigen, karbon dioksida, makanan, dan hormon serta
obat-obatan ke seluruh jaringan sesuai dengan kebutuhan metabolisme tiap-tiap
sel dalam tubuh. Dalam hal ini, faktor perubahan volume cairan tubuh dan hormon
dapat berpengaruh pada sistem kardiovaskuler baik secara langsung maupun tidak
langsung.
Dalam
memahami sistem sirkulasi jantung, kita perlu memahami anatomi fisiologi yang
ada pada jantung tersebut sehingga kita mampu memahami berbagai problematika
berkaitan dengan sistem kardivaskuler tanpa ada kesalahan yang membuat kita
melakukan neglicent (kelalaian). Oleh karena itu, sangat penting sekali
memahami anantomi fisiologi kardiovaskuler yang berfungsi langsung dalam
mengedarkan obat-obatan serta oksigenasi dalam tubuh dalam proses kehidupan.
1. Apa
definisi sistem kardiovaskuler?
2. Apa
saja komponen sistem kardiovaskuler?
3. Bagaimana
anatomi sistem kardiovalsuker?
4. Apa
fungsi sistem kardiovaskuler?
5. Bagaimana
mekanisme pengaturan sistem kardiovaskuler?
1.
Untuk mengetahui definisi sistem
kardiovaskuler
2.
Untuk mengetahui komponen
sistem kardiovaskuler
3.
Untuk mengetahui anatomi sistem
kardiovaskuler
4.
Untuk mengetahui fungsi sistem
kardiovaskuler
5.
Untuk mengetahui mekanisme
pengaturan sistem kardiovaskuler
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
Sistem Kardiovaskuler
Kardiovaskular adalah organ berongga dan berotot seukuran
kepalan. Organ ini terletak di rongga toraks (dada) sekitar garis tengah antara
sternum (tulang dada) disebelah anterior dan vertebra (belakang) di posterior.[1]
Sistem
kardiovaskuler adalah kumpulan organ yang bekerjasama untuk melakukan fungsi
transportasi dalam tubuh manusia. Sistem ini bertanggung jawab untuk
mentransportasikan darah, yang mengandung nutrisi, bahan sisa metabolisme,
hormone, zat kekebalan tubuh, dan zat lain ke seluruh tubuh. Sehingga, tiap bagian
tubuh akan mendapatkan nutrisi dan dapat membuang sisa metabolismenya ke dalam
darah. Dengan tersampainya hormone ke seluruh bagian tubuh, kecepatan
metabolisme juga akan dapat diatur. Sistem ini juga menjamin pasokan zat
kekebalan tubuh yang berlimpah pada bagian tubuh yang terluka, baik karena
kecelakaan atau operasi,dengan bertujuan mencegah infeksi didaerah tersebut.
Dengan demikian,dapat dilihat bahwa sistem kardiovaskuler memiliki fungsi utama
untuk mentransportasikan darah dan zat-zat yang dikandungnya ke seluruh
bagiantubuh.[2]
B.
Komponen sistem kardiovaskuler
Jantung terletak dalam rongga mediastinum
rongga dada, yaitu diantara paru-paru. Posisi jantung miring sehingga bagian
ujungnya yang runcing (apex) menunjuk ke arah bawah ke pelvis kiri, sedangkan
ujungnya yang lebar yaitu bagian dasarnya, menghadap ke atas bahu kanan.
Jantung terdiri dari dua lapisan yaitu; 1) lapisan dalam atau perikardium
viseral, dan 2) lapisan luar (perikardium parietal). Kedua lapisan ini
dipisahkan oleh sedikit cairan pelumas, yang mengurangi gesekan akibat gerakan
pemompaan jantung. Perikardium juga melindungi terhadap penyebaran infeksi atau
neoplasma dari organ-organ sekitarnya ke jantung.
Dinding jantung terdiri atas tiga lapisan
yaitu: 1) epikardia adalah lapisan visera pada perikardia serum 2) miokardia
adalah bagian jantung yang berotot, terdiri atas otot jantung yang berkontraksi
dan serta purkinje yang tidak berkontraksi yang mengantarkan impuls saraf. 3) endokardia
adalah endotelium tipis dan halus yang menjadi pembatas dalam jantung yang
berhubungan dengan pembatas dalam pembuluh darah.
Dua pertiga jantung berada di sebelah kiri
sternum. Apex jantung, berada di sela iga keempat dan kelima pada garis tengah
klavikula. Pada dewasa rata-rata panjangnya kira-kira 12 cm dan lebar 9 cm
dengan berat 300 sampai 400 g. Secara fungsional jantung dibagi menjadi pompa
sisi kanan dan sisi kiri, yang memompa darah vena ke sirkulasi paru, dan darah
bersih ke sirkulasi sistemik. Pembagian fungsi ini mempermudah konseptualisasi
urutan aliran darah secara anatomi: vena kava, atrium kanan, ventrikel kanan,
arteri pulmonalis, vena pulmonalis, atrium kiri, aorta arteri, arteriola,
kapiler, venula, vena, dan vena kava.
Bagian-bagian jantung:
a. Ruang
jantung
Jantung terdiri atas 4 ruang, yaitu 2
ruang yang berdinding tipis yang disebut atrium (bilik), dan 2 ruang yang
berdinding tebal disebut ventrikel (serambi).
b. Katup
jantung
Katup jantung adalah jaringan khusus di
dalam ruang jantung yang mengatur urutan aliran darah dari satu bagian ke
bagian lain.
c. Otot
jantung
Otot jantung adalah otot penyusun dinding
jantung yang meliputi sel-sel cardiomycocyte atau sel otot myocardiocyteal yang
berjumlah satu atau dua, tetapi adapun berjumlah tiga atau empat inti sel yang
sangat jarang terjadi. Otot jantung disebut juga myocardium. Myo artinya otot
dan cardium artinya jantung.
Adapun fungsi otot jantung yaitu:
1) Membantu
memompa darah ke seluruh tubuh
2) Membersihkan
tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida)
3) Sel-sel
pada otot jantung membantu dalam kontraksi sel lainnya
4) Otot
jantung menyediakan cara pemompaan ventrikel pada jantung
5) Otot
jantung berfungsi meremas darah sehingga darah dapat keluar dari jantung saat
berkontraksi dan mengambil darah pada relaksasi
6) Menunjang
kerja dari organ jantung[3]
2.
Pembuluh darah atau sirkulasi darah
Pembuluh darah adalah bagian dari sistem
peredaran darah. Pembuluh darah biasa disebut oleh orang awam dengan sebutan
urat. Pembuluh darah merupakan jaringan elastis membawa darah yang dipompa dari
ventrikel kiri jantung ke seluruh tubuh, kemudian mengembalikannya lagi ke
dalam jantung. Darah tersebut mengandung oksigen yang diikat oleh hemoglobin
atau Hb di dalam darah. Di dalam darah juga terdapat protein dan glukosa yang
mana komponen tersebut dibutuhkan oleh jaringan dan sel nantinya, setelah
sampai ke seluruh tubuh atau organ targetnya melalui anastomosis arteriovenosa
dan juga kapiler.
Fungsi utama sistem ini adalah menyalurkan
darah yang mengandung oksigen ke sel dan jaringan dan mengembalikan darah vena
ke paru-paru untuk pertukaran gas oksigen (O2) dengan karbon dioksida (CO2).
Pembuluh darah juga berfungsi untuk membawa sel darah putih ketika terjadi
infeksi untuk mekanisme penyembuhan, sel darah putih tersebut yang merupakan
imunitas tubuh seseorang akan melawan kuman ataupun benda asing yang masuk ke
dalam tubuh, sehingga ketika imunitas seseorang melemah ataupun kuman yang
masuk ke dalam tubuh terlalu kuat, disitulah seseorang terkena penyakit.
Sistem pembuluh darah pada manusia terdiri
dari arteri, arteriola, kapiler, venula, dan vena.[4]
Komponen utama sistem sirkulasi darah
manusia selanjutnya ialah darah. Rata-rata tubuh manusia menampung sekitar 4–5
liter darah. Darah berfungsi mengangkut zat gizi, oksigen, hormon, dan zat
lainnya dari dan ke seluruh tubuh. Tanpa darah, oksigen dan zat gizi akan sulit
mencapai seluruh bagian tubuh. Selain itu, komponen darah lainnya juga memiliki
peranan penting dalam melawan penyakit serta membantu proses penyembuhan luka.
Plasma darah. Cairan yang bertugas mengangkut sel-sel darah untuk diedarkan ke
seluruh tubuh bersama dengan zat gizi, antibodi, protein pembekuan darah, dan
bahan kimia, seperti hormon. Sel darah merah (eritrosit). Komponen darah yang
bertugas membawa oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh.[5]
C.
Anatomi Sistem Kardiovaskuler
a. Ruang
jantung
Jantung terdiri dari
empat ruang jantung yang dipisahkan oleh sekat-sekat jantung. Empat ruang
jantung tersebut adalah:
1)
Atrium kanan
2)
Atrium kiri
3)
Ventrikel kanan
4)
Ventrikel kiri
Ruang
jantung ini terbentuk karena adanya sekat interventrikuler dan sekat
atrioventrikuler. Pada sekat atrioventrikuler terdapat dua buah katup jantung,
yaitu katup trikuspidalis dan katup bicuspidalis. Disebut trikuspidalis karena
terdiri dari tiga lempengan katup, dan disebut bicuspidalis karena terdiri dari
dua buah lempengan katup. Atrium kanan dan kiri memiliki ukuran yang sama,
demikian juga ventrikel kanan dan kiri. Atrium dibatasi oleh otot jantung dan
sekat yang tipis, sedangkan bagian ventrikel dibatasi oleh otot jantung dan
sekat interventrikuler yang tebal.
Empat
ruang jantung ini dilapisi oleh lapisan endotel, endocardium, myocardium, dan
dua lapisan pericardium (bagian dalam = bagian visceral dan bagian luar =
bagian parietal). Katup jantung sesungguhnya merupakan perluasan cincin fibrosa
atrioventrikuler, yang terdiri dari jaringan ikat fibrosa yang dilapisi endotel
pada kedua sisi.
Darah
mengalir di dalam jantung ke satu arah, dari sisi kanan ke sisi kiri. Hal ini
dimungkinkan karena adanya katup-katup jantung yang akan mencegah aliran darah
balik. Katup-katup ini hanya mengijinkan darah mengalir dari atrium kanan ke
ventrikel kanan; dan dari atrium kiri ke ventrikel kiri. Darah di dalam jantung
mengalir dalam satu arah. Dari atrium kanan darah akan mengalir ke ventrikel
kanan, darah ini mengandung oksigen yang rendah, dan banyak mengandung CO2.
Kemudian darah dialirkan ke paru melalui arteri pulmonalis, untuk mendapatkan 4
Oksigen (oksigenasi). Dari paru-paru darah kembali ke atrium kiri jantung
melalui vena pulmonalis, darah ini kaya akan oksigen karena telah mengalami
oksigenasi di paru. Dari atrium kiri dialirkan ke ventrikel kiri, selanjutnya
ke seluruh tubuh melalui aorta.[6]
b. Katup
jantung
|
Katup |
Lokasi |
Struktur dan Fungsi |
|
Katup trikuspid |
Antara atrium kanan dan ventrikel kanan |
Terdiri dari tiga daun katup yang
mencegah aliran balik darah dari ventrikel kanan ke atrium kanan selama
kontraksi ventrikel |
|
Katup semilunar paru |
Antara ventrikel kanan dan batang paru |
Terdiri dari tiga flaps-bulan berbentuk
setengah. Mencegah aliran balik darah dari trunkus paru ke ventrikel kanan
selama ventrikel relaksasi |
|
Katup bicuspid (mitral) |
Antara atrium kiri dan ventrikel kiri |
Terdiri dari dua katup yang mencegah
aliran balik darah dari ventrikel kiri ke atrium kiri selama kontraksi
ventrikel |
|
Katup semilunar aorta |
Antara ventrikel kiri dan aorta menaik |
Terdiri dari tiga flaps-bulan berbentuk
setengah. Mencegah aliran balik darah dari aorta ke ventrikel kiri selama
kontraksi ventrikel. |
Sistem pembuluh darah pada manusia terdiri
dari arteri, arteriola, kapiler, venula, dan vena.
a. Arteriola
Dinding
arteriola terutama terdiri dari otot polos dengan sedikit serat elastis.
Dinding otot arteriola ini sangat peka dan dapat berdilatasi atau berkontraksi.
Bila berkotraksi, arteriola merupakan tempat resistensi utama aliran darah
dalam cabang arterial. Saat berdilatasi penuh, arteriola hampir tidak memberi
resistensi terhadap aliran darah. Pada pesambungan antara arteriola dan kapiler
terdapat sfingter prakapiler yang berada dibawah pengaturan fisiologis yang
cukup rumit.
b. Arteri.
Pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen dari jantung ke bagian tubuh
lainnya. Arteri punya dinding yang cukup elastis sehingga mampu menjaga tekanan
darah tetap konsisten.
c. Vena.
Pembuluh darah yang membawa darah miskin oksigen atau penuh karbon dioksida
dari seluruh tubuh untuk kembali ke jantung. Vena punya dinding pembuluh yang
lebih tipis dibandingkan arteri.
d. Venula
Venula
berfungsi sebagai saluran pengumpul dan terdiri dari sel-sel endotel dan
jaringan fibrosa.
e. Kapiler.
Pembuluh
darah yang bertugas menghubungkan arteri terkecil dengan vena terkecil. Kapiler
punya dinding sangat tipis sehingga memungkinkan pembuluh darah untuk bertukar
senyawa dengan jaringan sekitarnya, seperti karbon dioksida, air, oksigen,
limbah, dan zat gizi.[7]
D. Fungsi
Sistem Kardiovaskuler
Jantung
merupakan organ yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh melalui mekanisme
peredaran darah.
Pada
sistem peredaran darah manusia terdapat dua lintasan peredaran darah, yaitu
sirkulasi paru-paru (peredaran darah kecil), dan sirkulasi sistemik (peredaran
darah besar). Kedua peredaran darah ini disebut peredaran darah ganda.
a. Sirkulasi
paru-paru
Peredaran ini dimulai dari darah
kotor yang berada di dalam atrium kanan jantung terpompa keluar (saat jantung
berkontraksi), menuju ke arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis bercabang dua,
satu paru kiri dan satu paru kanan. Sesampainya di paru-paru, karbon dioksida
dilepaskan dari tubuh kemudian darah mengikat oksigen. Dari paru-paru, darah
yang kaya oksigen mengalir ke dalam vena pulmonalis kiri dan kanan. Vena
pulmonalis kiri dan kanan kemudian bersatu menjadi vena pulmonalis. Vena
pulmonalis masuk ke ventrikel kiri jantung. Dibandingkan dengan peredaran darah
kecil, peredaran darah besar lebih luas lintasannya.
b. Sirkulasi
sistemik
Darah harus mencapai berbagai organ
dan bagian tubuh atas maupun bawah. Oleh karena itu, peredaran darah besar
disebut pula peredaran darah tubuh karena darah mengalir dari jantung ke
seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung. Darah bersih di dalam atrium kiri jantung
dipompa masuk ke dalam aorta. Aorta bercabang menuju ke bagian atas tubuh
(kepala dan tangan) dan menuju ke bagian bawah tubuh. Aorta yang menuju ke
bagian bawah tubuh ada yang menuju ke hati, usus, lambung, ginjal, anggota
tubuh, dan ke jaringan tubuh bagian bawah. Dari organ-organ tersebut, darah
akan kembali ke jantung melalui pembuluh balik (vena). Dekat ke jantung,
vena-vena tersebut bersatu membentuk vena kava posterior dan vena kava
anterior. Kemudian masuk ke ventrikel kiri jantung.
Pada sistem peredaran darah manusia, antara darah yang
bersih yang banyak mengandung oksigen dengan darah kotor yang mengandung sisa
metabolisme tidak pernah tercampur.Peredaran darah berfungsi untuk menjaga agar
suhu tubuh tetap.Bagian tubuh yang sedang aktif bekerja biasanya mengeluarkan
panas.Panas ini oleh aliran darah terbawa ke bagian tubuh yang lebih
dingin.Dengan demikian, suhu tubuh manusia konstan (tetap).[8]
2. Transportasi
oksigen, nutrisi, hormone, dan sisa metabolisme
Fungsi utama
sistem kardiovaskuler adalah memenuhi kebutuhan sistem kapiler dan
mikrosirkulasi. Komponen darah akan membawa oksigen, glukosa, asam amino, asam
lemak, hormone, dan elektrolit ke sel dan kemudian mengangkut karbondioksida,
urea, asam laktat, dan sisa metabolisme lainnya dari sel tersebut
3. Transportasi
dan distribusi panas tubuh
Sistem
kardiovaskuler membantu meregulasi panas tubuh melalui serangkaian pengiriman
panas oleh komponen darah dari jaringan yang aktif seperti pengiriman panas
dari jaringan otot menuju ke kulit dan disebarkan ke lingkungan luar. Aliran
darah jaringan yang aktif diregulasi oleh pengatur suhu tubuh di medula
spinalis setelah menerima pesan dari Pusat pengatur suhu tubuh di hipotalamus.
Sistem kardiovaskular menerima pesan dari hipotalamus kemudian meregulasi
aliran darah ke jaringan perifer sehingga menyebabkan terjadinya vasodilatasi
dan vasokonstriksi pembuluh darah di kulit. Dengan demikian panas tubuh akan
keluar melalui kulit
4. Pemeliharaan
keseimbangan cairan dan elektrolit
Pemeliharaan Keseimbangan
cairan dan elektrolit sistem kardiovaskuler berfungsi sebagai media penyimpanan
serta transpor cairan tubuh dan elektrolit. Kedua substansi ini akan dikirim ke
sel-sel tubuh melalui jaringan cairan Intertestial dengan proses filtrasi,
difusi, dan reabsorpsi. Sistem kardiovaskuler memompa 1700 liter darah menuju
ginjal setiap harinya agar sel-sel tubuh memiliki cairan dan elektrolit yang
seimbang. Jumlah cairan dan elektrolit akan disesuaikan dan dipelihara melalui
mekanisme penyangga (buffer Mekanisme) dengan mempertahankan pH yang optimal
sekitar 7,35 -7,45. Hemoglobin dan Protein plasma menjadi komponen utama dan
mekanisme penyangga ini.[9]
E. Mekanisme
Pengaturan Sistem Kardiovaskuler
1. Mekanisme
Pengaturan Jantung
Walaupun jantung
dapat memulai kontraksinya sendiri, aktivitasnya sangat dipengaruhi oleh sistem
saraf. Sehingga, aktivitas jantung tetap sesuai dengan kebutuhan tubuh. Impuls
pengaturan dilepaskan oleh pusat pengatur di otak dan sumsum tulang belakang
yang disalurkan melalui saraf simpatis dan parasimpatis. Saraf simpatis dan
parasimpatis memiliki efek yang berlawanan satu sama lain. Nervus vagus adalah
serabut saraf parasimpatis yang melayani jantung.
a. Pusat
Pengaturan Jantung
Pusat tertinggi terletak di kortek
cerebri sehingga faktor fisik dan emosi dapat mempengaruhi aktivitas jantung.
Pusat berikutnya di bawah korteks adalah hipotalamus bagian posterior yang
mengirim impuls ke pusat eksitasi di medulla oblongata dan hipotalamus bagian
medial yang mengirim impuls ke pusat inhibisi di medulla oblongata. Pusat
eksitasi meneruskan impulsnya ke saraf simpatis dan pusat inhibisi meneruskan
impulsnya ke saraf parasimpatis.
b. Parasimpatis
Impuls yang
disalurkan oleh sistem parasimpatis cenderung untuk mengurangi aktivitas
jantung: menurunkan denyut jantung, menurunkan kemampuan konduksi, menurunkan
kontraktilitas, dan menurunkan kepekaan otot jantung. Variasi tonus vagus
merupakan faktor utama dalam perubahan denyut jantung.
c. Simpatis
Secara konstan
mengeluarkan impuls yang cenderung untuk mengakselerasi aktivitas jantung,
diantaranya: meningkatkan frekuensi denyut jantung, meningkatkan 14
konduktivitas, meningkatkan kontraktilitas, dan meningkatkan kepekaan otot
jantung.
d. Refleks
Jantung
Terdapat dua buah
refleks yang melibatkan jantung, yaitu refleks eksitasi dan refleks inhibisi
jantung. Refleks ini terdiri dari lima komponen yaitu: reseptor, serabut aferen
(yang membawa impuls ke pusat refleks), pusat refleks di medulla oblongata,
serabut eferen (yang membawa impuls dari pusat refleks ke jantung), dan organ
efektor yaitu jantung.
1) Refleks
Eksitasi
Stimulusnya adalah peningkatan venous
return yang menuju atrium kanan. Stimulus akan merangsang reseptor refleks ini,
baroreseptor, yang terdapat di dekat muara vena cava. Baroreseptor peka
terhadap perubahan tekanan. Baroreseptor mengeluarkan impuls yang disalurkan
oleh serabut aferen, nervus vagus, ke pusat refleks otonom di medulla
oblongata. Kemudian pusat refleks mengurangi impuls parasimpatis dan
meningkatkan impuls simpatis, disalurkan melalui serabut eferen ke jantung.
Efeknya terjadi peningkatan frekuensi dan kekuatan kontraksi, dan akhirnya
peningkatan curah jantung.
2) Refleks
Inhibisi
Stimulusnya adalah peningkatan
tekanan arterial. Stimulasi lain seperti berasal dari daerah abdomen dan
stimulasi nyeri juga dapat menimbulkan refleks ini. Stimulus akan merangsang
reseptor refleks ini, baroreseptor, yang terdapat di arcus aorta dan 15 sinus
caroticus. Baroreseptor peka terhadap perubahan tekanan. Baroreseptor mengeluarkan
impuls yang disalurkan oleh serabut aferen, nervus glossofaringeal dan nervus
vagus menuju ke pusat refleks otonom di medulla oblongata. Akibatnya pusat
refleks meningkatkan impuls parasimpatis dan mengurangi impuls simpatis. Impuls
ini disalurkan melalui serabut eferen ke jantung dengan akibat terjadi
penurunan frekuensi jantung dan pengurangan kekuatan kontraksi sehingga curah
jantung menurun dan akhirnya terjadi penurunan tekanan darah.
2. Mekanisme
pengaturan vaskuler
Pengaturan
pembuluh darah terutama terjadi pada arteriole sehingga memungkinkan terjadi
pengaturan distribusi darah sesuai kebutuhan tubuh dan juga untuk membantu
mengatur tekanan darah. Otot dalam arteriole dapat mengalami kontraksi untuk
mengatur diameternya. Pusat pengaturan pembuluh darah (pusat vasomotor)
terletak di medulla oblongata, pusat di atasnya diperkirakan di korteks
cerebri, dan hipotalamus. Selanjutnya impuls dari pusat vasomotor ini
disalurkan melalui serabut simpatis (T1-L2) dan parasimpatis (S2-S4). Berbeda
dengan jantung, dimana faktor yang penting adalah sistem parasimpatis, faktor
penting dalam pengaturan pembuluh darah adalah sistem simpatis. Sistem simpatis
akan mengakibatkan vasokonstriksi pada arteriole organ-organ dalam dan kulit,
vasodilatasi pada arteriole ini terjadi secara pasif akibat tekanan darah.
Sedangkan pada arteriole otot rangka simpatis mengakibatkan vasodilatasi.
Serabut parasimpatis hanya mengatur arteriole pada kelenjar ludah dan genital.
Stimulasi parasimpatis pada kedua organ ini akan mengakibatkan vasodilatasi.
Terhadap sistem vena terjadi aktivitas kontrol yang sama.
a. Refleks
vasokontriksi
Stimulusnya adalah penurunan tekanan
darah yang merangsang baroreseptor di vena besar, arcus aorta dan sinus
caroticus; perasaan tidak menyenangkan: nyeri, bising, suhu tinggi; faktor
fisik dan emosi; penurunan suhu darah, kadar O2 dan peningkatan CO2 yang akan
merangsang chemoreseptor. Stimulus-stimulus ini akan merangsang pusat refleks
vasomotor di medulla oblongata. Kemudian pusat refleks ini akan meningkatkan impuls
simpatis, disalurkan melalui serabut eferen ke arteriole organ dalam dan kulit.
Efeknya adalah vasokonstriksi. Vasokontriksi pada arteriole organ dalam
terutama terjadi setelah adanya stimulus berupa penurunan tekanan darah. 16
Sedangkan, vasokontriksi pada arteriole kulit terutama terjadi pada stimuli
berupa dingin atau nyeri. Seluruh vasokontriksi ini, terutama yang terjadi pada
organ dalam, akan meningkatkan tekanan darah.
b. Refleks
vasodilatasi
Stimulusnya adalah peningkatan venous
return dan tekanan darah yang merangsang baroreseptor di vena besar, arcus
aorta dan sinus caroticus; perasaan yang menyenangkan seperti keramahan; faktor
fisik dan emosi; penurunan kadar CO2 dan peningkatan suhu darah yang akan
merangsang chemoreseptor.
Stimulus-stimulus ini akan merangsang
pusat refleks vasomotor di medulla oblongata. Kemudian pusat refleks ini akan
menurunkan impuls vasokontriktor simpatis, disalurkan melalui serabut eferen ke
arteriole koroner, arteriole otot rangka dan arteriole pada organ dalam dan kulit.
Efeknya adalah vasodilatasi arteriole koroner diikuti peningkatan metabolisme
otot jantung; vasodilatasi arteriole otot rangka, vasodilatasi arteriole organ
dalam, vasodilatasi arteriole kulit, dan juga vasodilatasi pada jaringan
erektil di daerah genital. Vasodilatasi arteriole kulit terutama terjadi
setelah adanya stimulus berupa perasaan nyaman dan adanya pijatan lembut.
Sedangkan, vasodilatasi arteriole organ dalam terutama terjadi pada stimuli
peningkatan tekanan darah. Seluruh vasodilatasi akan menurunkan tekanan darah.[10]
F. Kelainan
Pada Sistem Kardiovaskuler
Penyakit
kardiovaskuler adalah penyakit yang mempengaruhi sistem kardiovaskuler seperti
Aterosklerosis, Jantung Koroner, dan stroke.
Penyakit arteri
koronari [coronary artery disease (CAD)] adaah jenis paling umum dari penyakit
jantung. Penyakit arteri koroner terjadi ketika arteri yang mensuplai darah ke
otot jantung menjadi mengeras dan menyempit. Hal ini disebabkan penumpukan
kolesterol dan material lainnya, yang disebut plak, pada dinding pembuluh
darah. Penumpukan ini disebut aterosklerosis, yang mana menyebabkan kurangnya
darah mengalir melalui arteri. Akibatnya, otot jantung tidak bisa mendapatkan
darah atau oksigen yang dibutuhkan. Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada
(angina) atau serangan jantung. Kebanyakan serangan jantung terjadi ketika
gumpalan darah tiba-tiba memblokir suplai darah jantung', menyebabkan kerusakan
jantung permanen.
Seperti otot
lainnya, jantung membutuhkan oksigen. Jantung memiliki arteri yang menyediakan
oksigen melalui darah. Mereka dikenal sebagai arteri koroner. Penyakit jantung
koroner merupakan hasil akhir dari penumpukan plak dalam dinding-dinding arteri
koroner.
Penyakit jantung
koroner sering tidak memiliki gejala apapun. Gejala penyakit jantung koroner
adalah nyeri dada. Nyeri dada sesekali dapat terjadi selama masa stres atau
aktivitas fisik. Rasa sakit dari angina berarti serat otot jantung membutuhkan
lebih banyak oksigen daripada mereka mendapatkannya. Kebanyakan orang dengan
penyakit jantung koroner sering tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun
sampai mereka mengalami serangan jantung.
Aterosklerosis
pada arteri otak juga dapat menyebabkan stroke. Stroke adalah hilangnya fungsi
otak karena penyumbatan suplai darah ke otak. Faktor risiko stroke termasuk
usia, tekanan darah tinggi, mengalami stroke sebelumnya, diabetes, kolesterol
tinggi, dan merokok. Cara terbaik untuk mengurangi risiko stroke adalah
memiliki tekanan darah rendah.[11]
BAB III
PENUTUP
Sistem
kardiovaskuler adalah kumpulan organ yang bekerjasama untuk melakukan fungsi
transportasi dalam tubuh manusia. Sistem ini bertanggung jawab untuk
mentransportasikan darah, yang mengandung nutrisi, bahan sisa metabolisme,
hormone, zat kekebalan tubuh, dan zat lain ke seluruh tubuh.
Sistem
peredaran darah atau kardiovaskular terdiri atas tiga komponen penting, yakni
jantung, pembuluh darah, dan darah yang saling berkaitan satu sama lain.
Jantung
terletak di rongga dada (thorax), dan cenderung terletak di sisi kiri. Pada
kelainan dekstrokardia jantung justru terletak di sisi sebelah kanan. Jantung
dikelilingi oleh pembuluh darah besar dan organ paru, dan timus di bagian
depannya. Jantung terdiri dari empat ruang jantung yang dipisahkan oleh
sekat-sekat jantung.
Penulis menyadari,
makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Dikarenakan ada beberapa kendala
dalam penyusunan seperti keterbatasan waktu dan sumber refrensi yang tidak
memadai. Oleh karena itu, makalah ini perlu rujukan berbagai refrensi lain
untuk mendukung kesempurnaan hingga benar-benar sempurna sebagai sumber
refrensi.
DAFTAR PUSTAKA
Arif
mutaqqin. Pengantar Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem
Kardiovaskuler. Jakarta: Salemba Mantika, 2009.
Ganong,W.F.
Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Editor : Dr. Widjajakusumah. Edisi 17. Jakarta. Jakarta: Penerbit EKG, 1999.
Haryanto
Budiman. Sistem Kardiovaskuler. Jakarta, 2013.
I
Putu Adiartha Griadhi. Diktat Kuliah: SISTEM KARDIOVASKULER. Bali:
Universitas Udayana, 2016.
Karson.
Buku Ajar Anatomi Fisiologi Kardiovaskuler. Yogyakarta: Nuha Mediak,
2011.
Ns.
Putri Defiani. Buku Ajar Anatomi Dan Fisiolgi Manusia. Padang, 2019.
Raimundus
Chalik. Anatomi Fisiologi Manusia. Jakarta: Pusdik SDM kesehatan, 2016.
Spanner
S. Handatlas of Human Anatomy. Vol. II. EGC, 1987.
Valerie
C Scanlon. Buku Ajar Anatomi Dan Fisiologi. Jakarta, 2006.
[1] Spanner S. 1987. Handatlas of Human
Anatomy. Vol. II. EGC.
[2] Haryanto Budiman. 2013. Sistem
Kardiovaskuler. Jakarta: Mutiara
Sumber Widya.
[3] Valerie C Scanlon, Buku Ajar Anatomi
Dan Fisiologi (Jakarta, 2006).
[4] Raimundus Chalik, Anatomi Fisiologi
Manusia (Jakarta: Pusdik SDM kesehatan, 2016).
[5] Karson. 2011. Buku Ajar Anatomi Fisiologi Kardiovaskuler.
Yogyakarta: Nuha Medika.
[6] Ganong,W.F. 1999. Buku Ajar Fisiologi
Kedokteran. Editor: Dr. Widjajakusumah. Edisi 17. Jakarta Penerbit EKG.
[7] Ns. Putri Defiani, Buku Ajar Anatomi
Dan Fisiolgi Manusia (Padang, 2019).
[8] Raimundus Chalik, Anatomi Fisiologi Manusia.
[9] Arif mutaqqin. 2009. Pengantar Asuhan
Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler. Salemba Mantika.
[10] I Putu Adiartha Griadhi. 2016. SISTEM
KARDIOVASKULER. Bali: Universitas Udayana
[11] Raimundus Chalik, Anatomi Fisiologi
Manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar